Pemkab Bojonegoro Siapkan Asuransi Bagi Petani Pemegang KPM

77
Ilustrasi tanaman padi

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Sebuah angin segar untuk para petani di Kabupaten Bojonegoro, pasalnya Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menyiapkan asuransi gagal panen.

Asuransi tersebut, dikhususkan bagi para petani padi yang sudah memegang Kartu Petani Mandiri (KPM) dan telah mendaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melalui Korluh pertanian masing-masing.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth menyampaikan, bahwa Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan biaya atau anggaran, untuk program asuransi gagal panen tersebut.

“Bagi pemegang kartu KPM yang sudah terdaftar sebagai peserta AUTP, apabila lahannya mengalami gagal panen, maka berhak mengajukan klaim sebesar Rp. 6.000.000 per hektar,” terangnya.

Helmy menambahkan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 adalah sebanyak 690.084 ton, jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 728.915,12 ton, namun data yang dihimpun DKPP sendiri justru produksi padi mengalami kenaikan.

Loading...
Baca Juga  Kurir Catering Dibekuk Polisi Diparkiran Motor

“Kami masih menjadikan patokan data dari BPS, tapi data di kami sendiri sebenarnya malah mengalami peningkatan produksi,” pungkasnya.

Adapun syarat pendaftaran AUTP yang dibiayai oleh Pemkab meliputi :
1. Petani pemegang KPM yang sudah mendapatkan PPM.
2. Mengusulkan bantuan premi AUTP melalui poktan.
3. Diverifikasi oleh PPL dan Korluh, kemudian diusulkan ke DKPP.

Sedangkan syarat pengajuan klaim apabila terjadi gagal panen yaitu :
1. Umur padi sudah melewati 10 hari setelah tanam (HST) untuk tanam pindah
2. Umur padi sudah melewati 30 hari setelah tebar (teknologi tabela)
3. Intensitas kerusakan minimal mencapai 75% per petak alami.

Perlu diketahui, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) adalah program yang ditujukan untuk para petani padi, baik pemilik maupun penggarap dengan memberikan kepastian adanya jaminan modal biaya produksi untuk pertanaman berikutnya.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

Resiko yang dijamin dalam AUTP meliputi banjir, kekeringan, serangan hama dan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) serta penyakit pada tanaman padi. (*)

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakFBI: Tim Polda Jatim Mengidentifikasi Ancaman Kejahatan Cyber
Artikulli tjetërBawa Narkoba ke Pusat Sabu Sokobanah, 4 Warga Jember Diamankan Polisi

Tinggalkan Balasan