Pelaku pemilik gerai makanan yang diamankan.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Wanita berinisial ES (35) asal Jalan Babatan Pratama Wiyung Kota Surabaya diamankan oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya.

Dia diamankan atas dugaan tindak pidana pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang.

Es ini mempunyai gerai makanan yang bisa dipesan melalui online. Namun siapa sangka jika makanan yang dipesan tidak sesuai dengan gambar pada gerai order online miliknya.

Video pesanan konsumen pun viral di media sosial setelah merasa tak puas dengan barang yang dipesannya. Hingga pada, Rabu 9 juni 2021 sekira jam 12.55 WIB di rumah alamat Perumahan Villa Riviera Kota Surabaya, pelakunya dibekuk.

Diketahui, ES ini adalah sebagai pemilik akun “NASI PECEL DHARMAHUSADA KEJAWAN PUTITH TAMBAK” yang ada di Kejawan Putih Tambak Surabaya.

Baca Juga  Gubernur AAL Hadiri Wisuda dan Tupdik 175 Perwira Dikreg Seskoal 2021

Kanit Resmob Iptu Arief Rizky mengatakan, oleh pelaku, usahanya didaftarkan usaha kulinernya melalui mitra resto pada ojek online.

Selanjutnya korban selaku konsumen tertarik untuk membeli melalui aplikasi online setelah melihat foto yang ada pada akun tersebut, dimana penjual Nasi Pecel Dharmahusada (yang terkenal) hanya berjualan di Setra Kuliner Dharmahusada dan tidak membuka cabang.

Loading...

“Kemudian ketika makanan yang telah dipesan datang, pelapor/korban selaku konsumen mendapati makanan tersebut tidak sesuai dengan gambar atau tidak sesuai dengan Nasi Pecel Dhamahusada yang asli sehingga korban sebagai konsumen merasa dirugikan atas perbuatan tersebut,” jelas Iptu Arief Rizky, Jumat (18/6/2021).

Barang bukti yang juga diamankan, lembar nota, flashdisk berisi rekaman video, foto makanan foto lokasi, tangkapan layar bukti order pembayaran melalui OV0, 1 lembar banner tulisan Warung Makan Nasi Padang Sari Bundo, 4 bendel catatan kroscek stokan dan omset, 2 buah buku kasbon dan catatan belanja, 22 HP.

Baca Juga  Polisi Gelar Pasukan, Antisipasi Bencana dan Pengamanan Nataru

Kepada petugas, pelaku mengaku jika menjalankan usaha tersebut sejak bulan September tahun 2019, dan beroperasi pada 9 tempat lokasi usaha yang tersebar di wilayah Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Selatan dan wilayah Sidoarjo.

“Baru satu tahun berjalan, omsetnya keuntungan sekitar 5 juta rupiah,” aku pelaku.

Pelaku juga mengaku jika mendaftarkan usahanya lewat online dengan hanya memenuhi syarat terlampir. Semuanya didaftarkan sesuai dengan pemilik masakan atau barang seperti nasi pecel Darmahusada, masakan Padang.

Polisi akan menjeratnya m dalam Pasal 62 Jo. Pasal 8 ayat (1) huruf F Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaPemprov DKI Siap ‘Impor’ Komoditas Pertanian Kabupaten Jember
Berita berikutnyaOptimalkan Serapan Anggaran, Pak Hendy Beri Motivasi dan Evaluasi OPD

Tinggalkan Balasan