Pembunuhan di Jember, Berawal Permintaan Servis TV dan Pinjam Uang

103
Pembunuhan di Jember, Berawal Permintaan Servis TV dan Pinjam Uang

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Jajaran Polres Jember berhasil mengungkap motif dan modus dugaan perampokan dan pembunuhan di Jalan Wijaya Kusuma Lingkungan Kampoeng Osing Nomor 44 Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, Selasa siang (18/1) kemarin.

Peristiwa maut tersebut bermula saat korban sebelumnya meminta tolong untuk memperbaiki TV nya yang rusak.

Pelaku harus menghilangkan nyawa korbannya hanya karena enggan meminjamkan uang kepada tersangka David.

Tersangka beraksi seorang diri, dan berhasil dibekuk oleh tetangga dan warga sekitar rumah korban yang tak jauh dari stasiun kereta api Jember. Pelaku yang bernama Hafid Prasetya Hadi alias David (31) warga Dusun Krajan Lama, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, saat ini ditahan sel Mapolres Jember untuk penyelidikan lebih lanjut

“Dari penyelidikan yang dilakukan (Tim Satreskrim Polres Jember), modus tersangka adalah mendatangi rumah korban yang saat itu bermaksud untuk memperbaiki TV rusak. Atas permintaan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat rilis di Mapolres Jember, Rabu (19/1/2022).

Lanjut Yogi, saat mendatangi rumah korban itu, pelaku mencoba memperbaiki TV. Namun karena TVnya dinilai rusak, disarankan harus beli baru.

“Korban pun setuju, dan dengan tersangka sepakat untuk membeli TV baru seharga Rp 2 juta,” ucapnya.

Namun mengetahui korban memiliki uang banyak, lanjutnya, tersangka bermaksud untuk meminjam uang kepada korban.

Baca Juga  Giliran Pria Wonokromo Ketintang Ditangkap Polisi dengan Belasan Gram

“Tapi disampaikan korban, agar TV nya ada dulu. Korban pun masuk ke dalam (ruangan dalam) rumah. Namun saat percakapan itu, diduga ada kalimat yang menyinggung tersangka. Sehingga tersangka masuk ke dalam rumah korban dan mendapati ada pisau (dapur),” jelasnya.

“Pisau itu pun dipakai tersangka untuk mengancam korban, jika melawan atau tidak memberikan uang akan melukai. Tapi terjadi perlawanan, tersangka malah mendorong korban di kamar mandi. Posisi korban saat itu juga masih memakai kain jarit dan terjatuh di dalam kamar mandi itu. Terjadilah pembunuhan,” sambungnya.

Loading...

Korban digorok lehernya menggunakan pisau yang dipegang tersangka.

Namun dari penyelidikan polisi, diduga terjadi perlawanan dari korban. Sehingga polisi juga menemukan beberapa luka sayatan. Yakni pada bagian bahu sebelah kanan, lengan sebelah kiri, dan pergelangan jempol sebelah kiri.

“Korban kemudian meninggal (dalam kamar mandi), karena luka terbuka lebar di tubuhnya,” ujar Yogi.

Untuk ibu mertua korban juga diplester mulutnya oleh tersangka, karena saat kejadian berteriak minta tolong. Kemudian di dalam rumah, tersangka menggasak uang milik korban dengan total Rp 13.200.000.

“Tapi kemudian saat keluar rumah, aksi tersangka diketahui tetangganya, dan terjadilah perkelahian. Uang Rp 10,8 juta ada di dalam tas tersangka. Kemudian yang Rp 2,8 juta ada di halaman rumah,” ucapnya.

Baca Juga  Hari Raya Waisak, PDIP Surabaya: Perkuat Tekad Tebar Kebaikan di Kota Pahlawan

Saat perkelahian dengan dua tetangga korban, salah satunya terluka tusukan pada bagian leher. Namun tersangka dapat dilumpuhkan.

“Kemudian (salah seorang tetangga korban yang terluka saat perkelahian), dibawa ke RS Jember Klinik untuk mendapat perawatan,” ungkapnya.

Terkait kasus tersebut, tersangka dikenai Pasal 339 KUHP Subsider Pasal 365 KUHP ayat 3 tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia

“Dengan ancaman hukuman 20 tahun dan seumur hidup,” pungkasnya.

Perlu diketahui, terkait kasus dugaan perampokan dan pembunuhan itu. Diketahui korban meninggal adalah Prita Hapsari (48) seorang wanita yang ditemukan bersimbah darah di dalam kamar mandi rumahnya.

Kemudian ibu mertua korban Sri Budi Asmara Rini (76), yang mengalami luka mimisan di hidung dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, korban lainnya adalah dua orang tetangga Benaya Sangkakala (35) dan Juan Felix (20). Yang diketahui mengalami luka karena berusaha untuk menangkap korban di luar rumah.

Namun tetangga korban yang menangkap pelaku Benaya Sangkakala (35), sampai mengalami luka tusukan pada bagian lehernya dan sampai harus mendapat perawatan di RS Jember Klinik, Jember. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPelaku Berkenalan di FB, Awal Pembuangan Bayi di Surabaya
Artikulli tjetërTeman Sekolah Ita Minta David Dihukum Mati

Tinggalkan Balasan