Foto: Tersangka saat memeragakan aksi mencekik korban yang terbaring lemas. (istimewa)

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kasus pembunuhan wanita di Kafe Penjara, Jalan Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, akhirnya dilakukan rekonstruksi, pada Rabu (18/9/2019). Dengan didampingi petugas, Shalahuddin Al Ayyubi, pembunuh Hadryl Choirun Nisa memperagakan 37 adegan.

Selama proses reka adegan ini, area depan kafe dijaga ketat polisi. Warga yang penasaran tampak hanya bisa menunggu di pintu gerbang kafe. Sementara itu, tampak pula pengacara tersangka Sulton Sulaiman dan pengacara korban Wagiman.

Adegan pertama diawali dengan kedatangan korban dengan mengendarai motor sendirian. Selanjutnya korban masuk ke dalam kafe karena dimintai tolong untuk memasukkan kucing ke dalam kandang. Begitu masuk, pelaku lalu memeluk tubuh korban dari belakang.

Baca Juga  Tetap Prokes, Vaksinator AAL Layani Ratusan Vaksinasi Jelang HUT ke-76 TNI

Mengetahui gelagat yang kurang ajar itu, korban lalu berontak sambil berteriak. Adegan berikutnya, tersangka mendekap erat korban hingga terjatuh terlentang. Lalu pelaku mencekik korban hingga tubuhnya lemas.

Loading...

Sejumlah perhiasan dan HP korban lalu diambil tersangka. Bahkan celana korban dilepas hingga terlihat setengah telanjang. Pada adegan kesepuluh, tersangka berbuat mesum dengan memegang alat kemaluan korban sembari melakukan onani di depan jasad korban.

Setelah itu tersangka berencana ingin mengubur jasad korban di sebelah pohon. Namun rencana itu diurungkan karena tanahnya tertutup paving. Mayat korban lalu ditaburi bubuk kopi dan ditutup karung plastik.

“Dalam reka adegan ini ada temuan baru, yakni tersangka punya perasaan cinta kepada korban tapi dipendam. Hanya pernah disampaikan ke teman korban,” kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto

Baca Juga  KWG Gandeng Smelting dan UMJ Gelar UKW Angkatan Pertama

Ditegaskan, pihaknya masih menunggu hasil visum korban dari rumah sakit. Lalu tersangka juga akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. “Nantinya akan dilakukan observasi selama tiga hari,” tegasnya.

Reporter: Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaMinta Keadilan, Orang Tua Siswa SD Korban Pencukuran Paksa Datangi Kejari Banyuwangi
Berita berikutnyaAstagfirullah, dengan ini Bapak Satu Anak Hidupi Keluarga

Tinggalkan Balasan