Pembunuh Tetangga Gegara Batuk Pernah Bunuh Saudara Sendiri

859

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Kakek Hasan (70) warga Dusun Dam Saola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, yang tega membunuh tetangganya dengan sebilah celurit ternyata residivis kasus pembunuhan.

Sebelum membunuh Misran (50) yang tidak lain tetangganya hingga tewas dengan luka sabetan clurit di leher, pelaku pernah membunuh kerabatnya sendiri.

Fakta ini terungkap saat awak media melakukan penelusuran sosok Hasan yang tega membunuh hanya karena suara batuk. Ironisnya suara batuk itu bukan dari korban namun dari tamu korban.

Tetangga pelaku yang meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan, Hasan pernah membunuh saudaranya sendiri.

“Itu Hasan itu, dulu juga pernah melakukan sama (pembunuhan). Korban saudaranya sendiri, di desa sebelah,” kata salah seorang tetangga, Sabtu (3/6/2021).

Baca Juga  Binda Korwil Jember Dampingi Dinas Kesehatan Kejar Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan Boster

Menurut warga tersebut selama ini kakek kejam itu selalu berprilaku aneh dan tempramen.

”Karena tidak bisa mendengar orang batuk. Ada yang batuk langsung bawa celurit itu,” katanya.

Saat itu masih menurut warga tersebut, atas perbuatannya Hasan harus menjalani hukuman penjara 10 tahun.

Loading...

”Dulu karena membunuh, hukumannya dapat 10 tahun. Tapi setelah 7 tahun bebas itu,” katanya.

“Kalau rumah korban dan (terduga) pelaku, dekat. Hanya berjarak sekitar 100 meteran. Ini depan sini,” sambungnya.

Sementara itu menurut Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution Saat dikonfirmasi, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Tapi kami sigap cepat ke lokasi kejadian, dan langsung mengamankan terduga pelaku juga barang bukti sebuah celurit. Tapi untuk kronologis pasti kejadian. Kami masih pulbaket (pengumpulan bahan bukti dan keterangan) dan mendalami. Kejadian kira-kira jam 2 siang,” kata Bejul.

Baca Juga  Sebulan Satreskoba Polres Gresik Ringkus 16 Budak Narkoba dan Puluhan Gram Ganja

Setelah kejadian dugaan pembunuhan tersebut, korban langsung dibawa ke Puskesmas Mayang untuk dilakukan visum luar.

“Korban meninggal dunia, dan luka pada leher juga lengan tangan sebelah kanan,” ucapnya.

“Antara rumah korban dan tempat tinggal terduga pelaku berjarak kurang lebih 100 meter,” sambungnya.

Untuk mengerahui kronologis dan memperoleh bukti-bukti kuat, Tim Inavis Polres Jember telah melakukan olah TKP. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakIni Syarat Naik Kereta Api di Daop 9 Saat Masa PPKM Darurat
Artikulli tjetërHari Pertama PPKM Darurat, Kapolri Tinjau Penyekatan Hingga Vaksinasi Massal

Tinggalkan Balasan