Pembuat Video Bodoh Pakai Masker, Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim dan pelaku pembuat video viral.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Pembuat video dan mengatakan bodoh pakai masker ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Bukan hanya polisi, dia juga harus berhadapan dengan Satpol PP Kota Surabaya.

Pria pembuat video viral itu bernama, Putu Aribawa (27) asal Jalan Pancawarna, Driyorejo Gresik.

Polisi Surabaya yang mendapati video viral itu akhirnya melakukan upaya mengamankan yang bersangkutan yang diketahui ada didaerah Driyorejo Gresik.

Setelah diamankan Polsek Lakarsantri, Putu kemudian diserahkan kepada pihak Polrestabes dan yang bersangkutan sangat menyesali atas apa yang telah dia perbuat.

“Kami akan berikan kesempatan untuk yang bersangkutan ingin meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat kota Surabaya atas perilakunya yang tidak pantas yang beredar di media sosial,” kata AKBP Oki Ahadian, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Lanjut Oki, selanjutnya sangsi disiplin akan diberikan oleh pihak Satpol PP Pemkot Surabaya. “Kejadiannya di Mall Supermall pukul 17.00 WIB, awalnya iseng ngeflog mengenai menggunakan masker dan ada kata-kata bodoh,” tambah AKBP Oki.

Loading...

Setelah diamankan, pelaku sendiri mengaku khilaf dan meminta maaf pada warga Indonesia atas statmennya. “Saya meminta maaf yang mengatakan bodoh pakai masker dan saya selanjutnya akan patuh pakai masker,” aku pelaku Putu.

Pelaku Putu sendiri ketika ditanya apakah percaya dengan adabya corona, dia mengatakan masih Abu-abu terkait adanya corona.

“Tapi aya tau kalo corona itu ada dan intinya saya menyesal atas video saya,” tambah pelaku.

Sementara, kasat Pol PP Kota Surabaya Edi Christijanto menambahkan, pelaku akan dikenakan Perwali Nomor 10 tahun 2001. Yang dilakukannya ini termasuk pelanggaran yang berat dalam protokol kesehatan karena mengajak atau mempengaruhi opini masyarakat untuk tidak memakai masker di masa pandemi ini.

“Sangsi yang kami berikan selain sangsi administrasi, pelaku juga akan melakukan sangsi yaitu berupa kerja sosial di Liponsos selama 1 x 24 jam,” jelas Edi.

Nantinya, di Liponsos pelaku akan melayani warga yang terlantar maupun warga yang terkena gangguan jiwa, dari memberi makannya dan jaga kebersihannya.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaPria Asal Propoh Ngaku Jual Motor Curian ke Pamekasan

Tinggalkan Balasan