Pembayaran Project JTB Kepada Vendor dan Kontraktor di Bojonegoro Segera Dituntaskan

122

Bojonegoro, (kabarjawatimur.com) – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, menggelar rapat kerja (Raker) dengan kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) di ruang paripurna, Rabu (11/05/2022).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sahudi tersebut, di hadiri oleh pihak Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, Lasuri, Sally Atyasasmi, Didik Purnomo, dan Doni Bayu Setiawan.

Proyek JTB progresnya tinggal tersisa sekira 3 persen. Paling lambat bulan Juli-Agustus diharapkan telah selesai. Sedangkan untuk menyelesaikan proyek tersebut, tidak bisa lepas dari kewajiban tanggungan yang harus diselesaikan oleh kontraktor pelaksana kepada vendor, kata Ruby Mulyawan selaku Pjs General Manager Gas Jambaran-Tiung Biru.

“Karena memang salah satu kondisi yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan sisa 3 persen tersebut adalah terus untuk mengerjakan pekerjaan yang tentunya terkait dengan pelunasan tanggungan yang ada,” kata Ruby.

Project Manager PT Rekind Budi Prianto menjelaskan, saat ini penyelesaian tanggungan kepada vendor belum bisa dilakukan. Masih ada outstanding payment kepada lokal sub kon. Diakui pembayaran dari Pertamina di akhir project lancar, namun ia menyebut terdapat beberapa kendala yang dialami Rekind.

Secara bertahap setiap ada dana selalu disisihkan semaksimal mungkin terutama untuk rekanan lokal. Karena ia melihat peran warga lokal Bojonegoro dalam mensupport Rekind sangat penting.

Baca Juga  21 WBP di Jatim Peroleh Remisi Waisak

“Kami pasti selesaikan, paling lambat bulan Juli 2022, terutama untuk vendor dan sub kon lokal sini. Dalam istilah wayangnya kami tidak akan tinggal glanggang colong playu. Kami masuk dengan kulanuwun baik. Tentu juga akan berpamitan dengan baik,” ungkapnya.

Anggota DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi meminta agar PT. Rekind segera membayar tagihan 51 kontraktor lokal yang belum terselesaikan terutama catering.

“Ada 51 invoice yang belum dibayar oleh dari PT Rekind. Bahkan, ada tagihan tahun 2020 yang masih belum terselesaikan” ungkap Sally dalam ruang paripurna tersebut.

Loading...

PEPC dan PT Rekind diharap memperhatikan rakyat kecil, karena mereka bukan pengusaha nasional dengan modal besar, terutama pemilik catering yang juga belum mendapat respon meskipun sudah berkali-kali mengajukan tagihan namun belum juga dibayar. Mereka ini pengusaha kecil, dan bahan baku catering itu tidak bisa dihutang, karena mereka belanja di pasar dengan mengunakan uang tunai.

“Seperti beli sayur, daging, semua harus dibayar tunai dan tidak bisa dibayar tempo, kasihan kalau tidak dibayar, saya meminta agar PT Rekind ini tidak meninggalkan masalah setelah semua pekerjaan yang tinggal sedikit lagi selesai,” jelas Sally.

Sally juga menambahkan tidak hanya persoalan vendor penyedia makanan saja yang dikeluhkan melalui surat resmi ke komisi B, namun juga karyawan yang bekerja di vendor tidak terbayarkan karena tagihan vendor belum dibayarkan.

Baca Juga  DPRD Bojonegoro Tegaskan Raperda PPA Belum Final

PT. Rekind berkomitmen akan segera menyelesaikan persoalan tersebut pada juni-juli mendatang. Pernyataan itu disambut baik oleh Sally, namun ada sedikit ketidak percayaan terhadap Rekind mengingat banyak laporan masyarakat yang mengaku belum dibayar bahkan ada invoice yang sejak 2020 belum diselesaikan pembayarannya.

“Persoalan ini akan dikawal terus hingga persoalan kontraktor lokal sebagai vendor yang masih punya tagihan segera dibayar hingga tuntas,” tegas Sally.

Wakil DPRD Bojonegoro Sahudi memberikan penekanan agar hal itu betul-betul segera dituntaskan. Karena adanya gejolak pada vendor dan sub kon lokal. Mengingat kemampuan funding pada vendor dan sub kon tentunya berbeda-beda.

“Ini kabar baik bagi vendor, tetapi saya meminta agar betul betul pihak yang punya tanggungan untuk melunasinya,” ujarnya, juga sebagai pimpinan rapat tersebut.

Diharapakan, pihak Rekind memegang komitmennya untuk secepatnya selesaikan tunggakan pembayaran terhadap kontraktor lokal, apalagi sesuai pernyataan pemilik project PEPC,  bahwa tanggung-jawab ke Rekind sudah terselesaikan semua.

“Pada kenyataannya invoice yang dimasukan PT.Rekind ke PEPC sudah tidak ada persoalan , itu artinya bahwa sudah terbayarkan, maka Rekind harus fokus selesaikan pembayaran project di Bojonegoro terutama kontraktor lokal,” ujar Sahudi. (*)

Reporter: Aziz

Loading...
Artikulli paraprakPolsek Semampir Pantau Rumah Pemotongan Hewan, Antisipasi PMK di Pegirian
Artikulli tjetërPelatihan Kepemimpinan Ditutup, Pemkab Bojonegoro Berharap Bisa Bawa Perubahan Lebih Baik

Tinggalkan Balasan