Pembangunan Richeese Factory di Jl Ijen Dapat Lampu Hijau

107

MALANG (kabarjawatimur.com) Sikap Pemkot Malang mendadak berubah setelah sebelumnya tidak mengeluarkan ijin beroperasinya Richeese Factory di Jl Besar Ijen. Tak pelak turunnya ijin ini sempat menjadi pertanyaan.

Beroperasinya usaha dikawasan larangan ini seakan-akan di”amini” langsung Walikota Malang,H. Moch. Anton.

Bahkan dalam pernyataanya, Abah Anton mengaku kalau usaha di jalan besar Ijen tersebut sama sekali tidak merubah heritage kawasan Ijen.

“Ternyata menurut tata ruangan disitu memang diperbolehkan, tapi ada yang harus diperhatikan supaya tidak merubah heritage,” ungkapnya disela-sela melakukan acara di kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang, Senin (10/10/2016).

Loading...

Hanya saja, Abah Anton mengisyaratkan kalau yang diperbolehkan hanya dari gereja hingga ke jalan Bandung untuk kawasan usaha.

Baca Juga  Pengedar Soccah Bangkalan Dibekuk, Segini Barang Buktinya

“Pemkot akan salah kalau ada usaha yang merubah bangunan yang menjadi modern” tandasnya.

Sebelumnya, keberadaan bangunan Richeese Factory di Jl Besar Ijen mendapat tentangan banyak kalangan mulai dari LSM hingga kalangan dewan yang meminta agar pembangunannya di hentikan.

Desakan itu disampaikan lantaran bangunannya dituding melanggar tata ruang dan Perda serta RTRW tahun 2011 dimana kawasan di Jalan Raya besar Ijen dikhususkan untuk kawasan pemukiman bukan tempat usaha.

Penulis : Mas Aris, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPemulung di Kota Malang Dapat BPJS Gratis
Artikulli tjetërGudang Kayu Ludes Terbakar

Tinggalkan Balasan