Pelampung yang dibagikan kepada nelayan picu polemik.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pembagian Ribuan pelampung bantuan kepada nelayan peninggalan Bupati Faida yang ditengarai dilakukan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jember memicu polemik.

Informasi pembagian pelampung ini terkesan sembunyi-sembunyi. Awak media mengetahui informasi tersebut dari foto-foto kegiatan pembagian yang beredar melalui pesan jejaring whatsapp (WA) Kamis siang (8/4/2021).

Ketua Komisi C David Handoko Seto yang selama ini menyoroti bantuan ribuan pelampung meradang. Menurut David pembagian pelampung tersebut layak dihentikan karena belum jelasnya data nelayan penerima.

”Kalau bicara dibagikan antara jumlah sasaran dan jumlah (pelampung) yang dibagikan sampai kan kita belum fix,” kata David saat dikonfirmasi Kamis (8/4/2021).

“Dinas Perikanan saja kita tanya jumlah nelayan dan jumlah pelampungnya jauh lebih banyak jumlah pelampungnya. Nelayan kita itu tidak sampai 17 ribu, pelampung itu (jumlahnya) 50 ribu, intinya kalau dibagikan habis kepada siapa,” tambahnya dengan nada bertanya.

Baca Juga  Temuan Bancakan Honor Sebesar Rp 14 Miliar Segera Diteruskan ke APH

Ironisnya pelampung tersebut masih tertempel foto bupati dan wabup lama. Seharusnya menurut David stiker yang menempel harus dilepas terlebih dahulu sebelum dibagikan.

Loading...

”Walaupun itu aset pemerintah namun pada hari ini posisi pemerintahan sudah berbeda,”ucapnya.

David mengkhawatir masyarakat berfikir pelampung tersebut jasa bupati lama. “Jangan-jangan masyarakat berfikir ini jasanya Bu Faida bupati dahulu, walaupun pengadaannya pada waktu itu. Kalau waktu itu sasaran sudah ada kenapa tidak dibagikan waktu itu,” kata politisi dari Partai Nasdem itu.

Menurut pria kelahiran Banyuwangi itu, jika aset tersebut harus dibagikan seharusnya semua aset berupa bantuan kepada masyarakat harus dibagikan semua.

“Kalau ngomong aset masih banyak aset (barang bantuan) yang seharusnya dibagikan sampai hari ini tidak dibagikan seperti alat salon, ribuan tenda dari Satgas Covid dan barang-barang yang ada di gudang Wirowongso dibagikan juga. Biar kosong itu gudang dan diisi barang lain,” tegas David.

Baca Juga  Di Sebatik, Taruna AAL Satlat KJK 2021 Kunjungi Patok 3 Tapal Batas Indonesia-Malaysia

Sebagai Ketua Komisi C David akan memanggil para pihak termasuk Sekda dan Kepala Disperikel untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing) pekan depan.

”Kita akan panggil semua pihak termasuk Sekda dan Disperikel pekan depan,” tandasnya.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaAlas Purwo Diterjang Hujan Angin, Puluhan Tiang Listrik Roboh
Berita berikutnyaKPK Datangi Kediaman Mantan Bupati Gresik di Surabaya

Tinggalkan Balasan