‘Pelkudukan’ Tradisi Warga Banyuwangi Diyakini Usir Wabah Corona

92
Warga Lingkungan Kampung Baru, Dusun Awu-awu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu Banyuwangi saat melakukan tradisi bakar kayu. (FOTO: Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Warga Lingkungan Kampung Baru, Dusun Awu Awu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi menggelar tradisi ‘Pelkudukan’. Ya, tradisi ini dipercayai masyarakat Bumi Blambangan untuk mengusir wabah corona.

Sejak sore hari, warga pun menata tumpukan kayu layaknya api unggun yang sebelumnya sudah dikeringkan terlebih dahulu dibawah terik panas matahari.

“Kami mempercayai dengan tradisi ini, wabah atau pagebluk corona segera sirna,” kata Paijan, salah satu Tokoh Masyarakat setempat, Selasa (10/8/2021).

Terlihat, kayu itu ditumpuk pada masing-masing rumah warga. Bahkan, mereka membakar tumpukan kayu tersebut secara serentak menjelang waktu magrib tiba.

Ritual tolak balak ini sebagai bentuk kepercayaan warga terhadap adat istiadat yang sudah turun menurun dari lelehurnya zaman dahulu ketika terjadi wabah atau pagebluk.

Loading...
Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

“Semua ini hanya kepercayaan saja. Beda lagi dengan anjuran dari ilmu kesehatan dan teknologi,” jelas Paijan saat didampingi istri tercintanya, Widi Astutik.

Tentunya, warga juga berdo’a. Mereka berharap agar corona segera sirna di muka bumi ini.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Temuasri, Sunarti menjelaskan, tradisi ini terus dilestarikan. Warga percaya jika tradisi ini bisa mengusir wabah atau pagebluk.

“Ini kan naluri masyarakat saja, apalagi tradisi ini sudah ada sejak dulu agar masyarakat terhindar dari marabahaya,” ucap Sunarti.

Bertepatan dengan malam satu suro atau muharam, warga pun juga berdo’a bersama di penjuru Desa. Terlebih, mereka mengucap syukur atas tahun baru umat islam. (*)

Baca Juga  Mantan Kades Ditetapkan Tersangka Kasus PKH

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakTerkait UU ITE, Pembina Yayasan di Malang Dilaporkan ke Polda Jatim
Artikulli tjetërKarutan Hendrajati: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriyah

Tinggalkan Balasan