Pelanggan PLN Keluhkan Listrik Sering Padam di Wilayah Galis

21
Ilustrasi Aliran Listrik Padam

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Para pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) di Kecamatan Galis, Bangkalan mengeluhkan seringnya pemadaman. Terakhir kali, aliran listrik mati pada pukul 12.00 sampai 14.30 WIB, Sabtu 1 Oktober 2022.

Salah satu warga Galis, Moh. Ghoffar mengatakan, aliran listrik di daerahnya hampir tiap hari terjadi pemadaman, akibatnya pekerjanya yang menggunakan aliran listrik tak bisa dilakukan. “Kami pekerja mebel, kalau listrik sudah mati tidak bisa kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, sering terjadinya pemadaman aliran listrik itu tak pernah diinformasikan ke masyarakat terlebih dahulu. Sehingga ia merasa dirugikan dengan adanya pemadaman sepihak yang dilakukan PLN Blega Bangkalan tersebut.

“Tentu kami mengalami kerugian, kami harus bayar para pekerja, sedangkan listrik sering padam, target pekerjaan pun molor karena terkendala itu,” imbuhnya.

Keluhan sama juga disampaikan, Siti Fatimah. Aliran listrik di daerahnya mati setiap hari, padamnya antara pagi, siang hari hingga sore. “Sering mati, kalau tidak pagi ya sorenya, padamnya lama banget, anehnya meskipun tidak hujan mati. Tadi subuh mati, jam 7 pagi baru nyala,” kata perempuan asal Desa Paterongan ini.

Loading...
Baca Juga  Buron Sebulan, Pembunuh Janda di Lumajang Ditangkap di Sampang

Fatima mengeluhkan seringnya pemadaman itu, karena dia merasa rajin membayar tagihan atau membeli token listriknya. Dia pun berharap, tidak terjadi lagi pemadaman listrik di daerah. Sebab, saat ini memasuki bulan maulid nabi, dimana warga sering mengadakan acara maulid di siang hari ataupun malam yang membutuhkan aliran listrik.

“Kasihan masyarakat yang punya hajatan besar, mereka pasti membutuhkan listrik. Apalagi di daerah sini sering ada kegiatan keagamaan dan sekarang masuk bulan maulid nabi,” kata Fatima.

Menanggapi, Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Blega, Kabupaten Bangkalan, melalui tenaga lapangan Arif, mengakui bahwa daerah Kecamatan Galis sering terjadi pemadaman listrik. Hal itu disebabkan pohon yang menimpa kabel besar hingga mengakibatkan terputus. “Memang sering mati, peyebabnya kadang pohon. Kadang tidak ketemu (penyebabnya),” katanya.

Baca Juga  Bonyok Dihajar Warga, Jambret ini Asal Simolawang Surabaya

Arif menjelaskan, di Kecamatan Galis meliputi Desa Galis, Paterongan, Separah, Banyubunih, Kajuanak hingga Pakong Kecamatan Modung trafonya terpusat di Nyorundung. Sehingga ketika terjadi hujan serta angin, aliran listrik rawan padam. “Cuman kendalanya itu, padam bukan karena di matikan pak. Kadang cuaca, kalau Madura rawan pohonnya pak, kalau di Jawa kan enak tidak rawan pohon sama bambu,” tutupnya.

Kabarjawatimur berusaha menghubungi Manager ULP PLN Blega, Teguh, melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada tanggapan.

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakBayi Napi Rutan Perempuan Akhirnya Bertemu Sang Ayah
Artikulli tjetërEMIL DARDAK: Saya Tidak Mungkin Jadi Capres-Cawapres 2024 Karena Syarat Batasan Usia

Tinggalkan Balasan