Pelaku Usaha Senang Ada Program UMKM Naik Kelas ala Ipuk-Sugirah

183
Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke produsen sari rempah-rempah ’Putri Wangi' Singotrunan, Banyuwangi. (FOTO:istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Naik Kelas yang diusung oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Sugirah, sangat dinantikan para pelaku usaha.

“Saat ini saja, dengan program-program yang dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, banyak UMKM yang menerima manfaatnya. Apalagi dengan program UMKM Naik Kelas dari Bu Ipuk dan Pak Sugirah nantinya,” kata Heru Prayitno, produsen minuman sari rempah-rempah “Putri Wangi”, Singotrunan Banyuwangi, usai bertemu Ipuk, Senin (12/10/2020).

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring kemajuan Banyuwangi, Heru mengakui usahanya banyak mengalami peningkatan. Saat ini Sari Rempah telah diekspor ke berbagai negara.

Heru memulai usaha produksi sari temulawak pada 2010. Selanjutnya pada 2017 Heru membuat inovasi dengan temulawak celup dan sari jahe celup.

Sejak saat itulah usahanya mulai meningkat. Ditambah lagi dibantu promosi yang dilakukan oleh Bupati Anas.

Heru juga merasakan dukungan dari pemerintah yang memberikan perhatian pada UMKM.

Baca Juga  Ipuk Fiestiandani Bikin Program Bimbel Gratis Hingga RT/RW

“Bupati Anas ke sini dua kali. Beliau ikut mempromosikan, dibawa ke Australia dan dikenalkan ke pemerintah pusat,” ucap Heru.

Dengan inovasi temulawak celup yang lebih  praktis, membuat produk Sari Rempah telah dikirim ke seluruh Indonesia, juga berbagai negara seperti Turki, Brunei Darussalam, Malaysia, Australia, dan lainnya. Bahkan Sari Rempah telah masuk katalog produk Istana Negara.

“Produk kami telah masuk katalog Istana Negara, sehingga bisa dikonsumsi Presiden Jokowi,” tegasnya.

Loading...

Selain produksi Sari Rempah, Ipuk juga mengunjungi UMKM pembuat tempe di Kalilo Banyuwangi.

Di tempat itu, Ipuk melihat produksi pembuatan tempe. Setelah dari Kalilo, Ipuk mengunjungi pembuatan keripik pedas kekinian, Cidas, di Singojuruh.

Pemilik Cidas, Olivia Gunawan, mengatakan program-program pariwisata dengan Banyuwangi Festival yang digulirkan Bupati Anas, berdampak positif pada usahanya.

“Dengan dikenalnya pariwisata Banyuwangi, membuat banyak orang datang dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Banyuwangi,” kata Olive.

Baca Juga  Ngaku Hasrat Seks Tinggi, Suami Jual Online Istri Sirihnya, Ini Tarifnya

Itulah yang membuat Olive yakin Banyuwangi membutuhkan program yang berkesinambungan.

Sementara Ipuk mengatakan, yang dibutuhkan saat ini menggerakkan ekonomi arus bawah, yaitu UMKM melalui program UMKM Naik Kelas. Dalam konsep UMKM naik kelas ala Ipuk-Sugirah, setiap UMKM bakal mendapatkan berbagai fasilitas. Mulai dari pelatihan manajemen bisnis, akses modal bersubsidi, alat bantu produksi, sertifikasi (PIRT, Halal, BPOM, dan sebagainya sesuai kebutuhan/bidang bisnis UMKM), pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran online, branding (termasuk kemasan), fasilitasi pemasaran (business matching, dukungan marketplace nasional, dan lainnya), dan sebagainya.

”Misalnya soal akses modal bersubsidi, bakal dibangun kemitraan pemerintah daerah dan berbagai lembaga untuk memberikan permodalan mudah dan murah, di mana pemerintah daerah ikut mendampingi agar UMKM tak lagi kesulitan mengakses modal,” jelasnya.

Muara dari langkah-langkah tersebut, sambung Ipuk, adalah UMKM Banyuwangi bisa membukukan kenaikan pendapatan sehingga terus bisa memperluas pembukaan lapangan kerja. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan