Pelaku Fetish Jarik Ditangkap di Kapuas Kalteng, Ancam Bunuh Diri ke Korban

310
Korban Fetish bungkus kain jarik

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Polisi Polrestabes Surabaya bergerak cepat melaiukan pengejaran ke pelaku yang mengaku melakukan penelitian atau riset terkait pembungkusuan jenazah yang viral di media sosial dengan sebutan fetish kain Jarik.

Pelakunya bernama, Gilang Aprilian (32) warga Blok D Kiri Rt 04 Rw 05 Desa Terusan Mulya Dusun Marga Sari Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah.

Penangkapannya bermula, setelah ada tiga korban yang melaporkan ke Polisi dan pada, Kamis tanggal 6 Agustus 2020 petugas bergerak dari Surabaya menuju Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Tim Cyber Unit Resmob SatReskrim Polrestabes Surabaya melakukan Patroli Cyber dan di temukan Link akun Twitter @m_fikris menggugah ancaman kekerasan secara pisikis kepada pemilik akun twitter @m_fikris untuk melakukan bungkus tubuh dengan kain jarik dengan alasan riset akademik.

Pada pukul 14.00 WIB, Tim dari Polrestabes Surabaya dipimpin Kanit Resmob IPTU Arif Risky beserta 3 orang anggota datang dan berkoordinasi dengan SatReskrim Polres Kapuas.

Baca Juga  Wanita Cantik Dibekuk Dalam Kamar Apartement di Surabaya, Jual Teman Lewat Online

Tim Gabungan bergerak menuju Jalan Cilik Riwut Gang 6 Handel Selamat No 030 Rt 21 Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah dan berhasil mengamankan Gilang untuk dibawa ke Polres Kapuas.

“Karena proses penangkapan dalam masa Pandemi dan sudah dilakukan Rapid Test di RSUD Kapuas dengan hasil pengecekan Non Reaktif ( NR),” sebut Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas didampingi Kombes Pol Jhony Isir Kapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Loading...

Dalam pembuatan video itu, Tersangka posis di Kalimantan lalu menghubungi korban (F) melalui chat pribadi Instagram dengan akun “mufis @m_fikris”. Posis korban sendiri ada di Banyumas Jateng.

Tersangka sendi menjelaskan keinginannya minta bantuan korban (F), guna penelitian atau riset terkait pembungkusuan jenazah dan korban di minta untuk membantu.

Baca Juga  Beberapa Cafe Ternama di Surabaya Buka Saat Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Bekerja

Setelah sepakat korban mempersiapakan alat yang dibutuhkan berupa 3 helai kain jarik, tali rafia bekas dan lakban. Kemudian korban diminta mempraktekan adegan yang dijelaskan oleh tersangka melalui WA dan di video.

Korban dibungkus kain selayaknya pocong dengan beberapa ikatan dan lakban dengan durasi beberapa saat hingga korban merasa sakit dan sesak.

“Kita memberikan apresiasi Polres Kapuas dan juga Polda Kalteng yang membantu proses penangkapan pelaku Fetish kain Jarik ini,” tambah Trunoyudo.

Pembuatan video yang pertama telah dikirim kepada pelaku, namun dia minta kepada korban agar pembuatan video tersebut diulangi
dengan alasan ada beberapa adegan yang tidak sesuai.

Korban sendiri menolak dan tidak mau, tapi tersangka tetap memaksa agar korban mau menuruti permintaan tersangka. Pelaku juga mengancam jika korban tidak mau menuruti permintaannya mengancam hendak bunuh diri.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan