Pelajar SMK di Gresik Dituding Hamili Tetangganya Sendiri Hingga 5 Bulan

147
ilustasi

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Dua Pelajar SMK Swasta di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dituding menghamili perempuan muda yang merupakan tetangganya sendiri. Perbuatan asusila ini terkuak setelah kandungan korban berusia 5 bulan.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, pihak pemerintah desa sudah melakukan mediasi sebanyak tiga kali pertemuan. Namun hasil dari mediasi antara pihak korban dan dua terduga pelaku belum ada titik temu.

Kepala Desa Masangan Suyanto ketika dikonfirmasi membenarkan, bila ada kasus asusila yang terjadi di desanya. Yang mana, si perempuan maupun dua remaja yang dituding menghamili korban adalah warganya.

“Si perempuan yang hamil ini mengaku dihamili oleh dua remaja yang merupakan pelajar SMK di Bungah. Untuk menyelesaikan hal ini maka kami dari pihak desa akhirnya melakukan mediasi,” ujar Suyanto.

Baca Juga  Refleksi Hardiknas 2022, Pemkab Bojonegoro Sambut Pemulihan dan Bergerak Untuk Merdeka Belajar

Dia berkata, kasus dugaan asusila ini mencuat setelah ada warga yang melapor karena kasihan pihak korban yang tengah hamil 5 bulan. Hal ini lalu ditindaklanjuti oleh Ketua RT setempat dengan menyampaikan ke pemdes.

“Sampai saat ini kami telah melakukan mediasi sebanyak tiga kali untuk mencari solusi. Tapi dari kedua pelajar ini belum ada yang mau bertanggungjawab untuk menikahi korban,” ungkapnya.

Loading...

Untuk menyikapi hal ini, lanjut Suyanto, pihaknya kemudian berkonsultasi ke Lembaga Perlindangan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi bilamana tidak ada iktikad baik maka akan dilanjutkan ke jalur hukum.

“Di sini kami tidak ada kepentingan apapun. Kami hanya ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. Kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Pembayaran Project JTB Kepada Vendor dan Kontraktor di Bojonegoro Segera Dituntaskan

Secara terpisah, salah seorang kepala sekolah SMK di Bungah ketika dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait kasus yang menyeret siswanya yang berinisial E.

“Maaf mas saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ujarnya.

Salah seorang Kepala Sekolah SMK yang lain ketika dikonfirmasi mengaku bila siswanya berinisial AR yang disebut-sebut turut menghamili tetangganya itu sudah lulus Juni tahun ini.

“Jadi tidak ada tindakan apapun karena yang bersangkutan sudah lulus tahun ini. Kalau statusnya masih siswa kami maka akan ada tindakan tegas. Kalau sudah ke ranah hukum akan kami keluarkan,” ucapnya.

Berdasarkan kabar yang beredar, diantara dua terduga pelaku asusila tersebut, si korban lebih memilih E untuk bertanggung jawab menikahi dirinya. Hanya saja, dari pihak keluarga E belum ada iktikad baik.

Repoter: Tim

Loading...
Artikulli paraprakCara Mudah Mendapatkan Vaksin Mobil Keliling Polrestabes Surabaya
Artikulli tjetërKakanwil Kemenkumham Jatim Berharap Kakanim Baru bisa Pertahankan Predikat WBK/WBBM

Tinggalkan Balasan