Pelajar Banyuwangi Mengajak Tidak Turun Dalam Aksi Demo Penolakan Pengesahan UU Omnibus Law

239
Screnshot poster pelajar Banyuwangi (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawwtimur.com) – Pelajar Banyuwangi mengajak tidak turun dalam Aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law. Hal tersebut terlihat pada viralnya video pelajar untuk tidak turun aksi yang rencananya digelar Senin (12/10/2020).

Video viral itu muncul dari pelajar SMK 17 Agustus 1945 Cluring, Banyuwangi. Melalui video viral itu, beberapa siswa mengajak pelajar lain untuk tidak terlibat dalam aksi demo menolak pengesahan UU Omnibus Law.

“Kami minta agar pelajar tidak ikut dalam aksi demo yang digelar besok. Tugas kita sebagai pelajar saat ini hendaknya hanya belajar menuntut ilmu,” ujar siswa dalam video ini.

Dalam video itu, para siswa juga mengingatkan pelajar lain agar tak termakan hoax ajakan untuk turun langsung dalam aksi yang bakal digelar paddi depan gedung DPRD Banyuwangi.

“Mari kita jangan sampai termakan hoax isu ajakan turun ke jalan. Mari kita tingkatkan prestasi untuk diri kita dan menjunjung tinggi nama sekolah kita,” ucapnya.

Sementara itu, koordinator aksi demo dari Universitas Bakti Indonesia (UBI) Abidin mengatakan, pihaknya komitmen untuk tidak mengajak pelajar dalam aksi yang digelar besok. Selain itu, pihaknya meminta kepada mahasiswa yang akan turun ke jalan untuk tidak berbuat anarkis seperti yang terjadi di daerah lain.

Baca Juga  Pria 29 Tahun ini Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

“Kami komitmen tidak mengajak pelajar dalam aksi turun ke jalan. Kami juga ingatkan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tidak bertindak anarkis merusak fasilitas umum,” tegas Abi.

Loading...

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menyambut baik ajakan pelajar tak ikut turun dalam aksi demo menolak pengesahan UU tersebut.

“Tentunya kita tidak ingin pelajar turun ke jalan. Selain masih belum cukup umur, kami berharap pelajar tak termakan hoax,” ujarnya, kepada wartawan

Dalam mengantisipasi keterlibatan para pelajar, dia juga telah memberikan imbauan kepada pelajar melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan mengenai siapa yang menyebarkan poster ajakan itu.

Baca Juga  Satu Pelaku Tawuran Dinoyo Ditangkap

“Kami juga melakukan imbauan kepada wali murid, para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih pelajar ikut serta dalam aksi demo penolakan Omnibus Law,” tambahnya.

Kombes Arman mengaku, keterlibatan anak di bawah umur dalam kegiatan demonstrasi dilarang sesuai dengan pasal 87 UU 23 tahun 2002. Sehingga bagi masyarakat yang mengajak anak di bawah umur akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, saat ini polisi juga gencar melakukan antisipasi penyebaran COVID-19.

“Tentu, kepolisian akan melakukan tindakan bagi siapa pun yang akan melibatkan anak di bawah umur khususnya pelajar dalam aksi unjuk rasa,” pungkasnya.

Arman menegaskan, aparat kepolisian sudah menyiapkan personel pengamanan aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law di Banyuwangi.

Selain personel kepolisian, pengamanan juga diperkuat oleh satuan Brimob Polda Jatim. Tak hanya itu, pengamanan dari TNI dan Satpol PP juga dikerahkan untuk pengamanan ini. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Berita sebelumyaBudayawan Kemiren Dukung Ipuk Teruskan Pengembangan Seni-Budaya Banyuwangi
Berita berikutnyaDorong Pertumbuhan Destinasi Desa Wisata, DPRD Gresik Siapkan Regulasi Baru

Tinggalkan Balasan