Pekerja Seni dan Hajatan di Banyuwangi Demo Minta Dibuka

171
Aksi demo ratusan pekerja seni dan hajatan (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banyuwangi mendadak ramai kedatangan ratusan pekerja seni dan hajatan Bumi Blambangan.

Mereka yang kebanyakan para pekerja pendukung kegiatan acara musik dangdut, teropan dan sound system ini menggelar demo menunut agar kegiatan seni dan hajatan yang selama ini ditutup akibat pandemi COVID-19 segera dibuka kembali.

Mereka membawa puluhan kendaraan lengkap dengan sound system dan berorasi di depan kantor GTPP COVID-19 Banyuwangi, Rabu (5/8/2020). Sebelumnya, rombongan melakukan aksi longmarch di jalan protokol kota.

“Kami sudah hampir tiga bulan ini tidak ada aktivitas dan tidak bisa bekerja dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Mohon kebijakan bapak-bapak untuk berkenan memberikan solusi. Atau minta kegiatan bisa di buka kembali,” kata orator di aksi aksi demo, pada Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, para pekerja seni ini juga telah melakukan audiensi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, namun tidak ada respon. Tidak hanya itu, mereka juga telah membuat video simulasi kegiatan seni kepada pihak kepolisian Polresta Banyuwangi namun hingga kini juga belum ada kepastian.

Baca Juga  Protokol Covid-19 Wajib Diterapkan Saat Pilkada 2020

“Kami turun karena menanyakan itu (pembukaan kegiatan seni). Kita sudah audiensi dengan berbagai pihak. Termasuk saran untuk membuat video simulasi sudah. Tapi belum di gubris,” ucap Iwan Korlap aksi demo.

Tuntutannya mereka yakni meminta kepada GTPP membuka kembali acara seni dan musik di Banyuwangi. Karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidup melalui kegiatan itu. Tentunya, kata Iwan, pihaknya akan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, dalam melakukan aktivitas pekerjaan mereka.

Loading...

“Tentu kami ingin membuktikan jika kami bisa menjaga protokol kesehatan ditengah Pandemi ini. Kita jamin para pekerja seni ini taat untuk antisipasi penularan COVID-19,” paparnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, GTPP COVID-19 Banyuwangi melakukan mediasi dengan para pekerja seni itu. Selang beberapa menit, mereka pun memutuskan untuk memperbolehkan adanya kembali kegiatan seni. Namun tentunya harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga  Pria Simorejo Ditangkap Polisi Karena Mencuri Panel Telkom

“Kami menyetujui untuk membuka kembali. Tapi tentunya kita juga akan evaluasi setiap hajatan itu. Kita nanti baru akan mengeluarkan rekomendasi apakah kegiatan itu bisa dilaksanakan,” tegas Sekretaris GTPP Banyuwangi, Mujiono.

Mujiono menambah, jika daerah yang akan melakukan hajatan memiliki pasien positif COVID-19, pihaknya tidak menganjurkan digelar. Karena, dimungkinkan adanya penularan COVID-19.

Tak hanya itu, SOP penerapan protokol kesehatan ketat bakal diawasi oleh pihak GTPP Kecamatan, Desa hingga TNI Polri. Durasi waktu pun harus dibatasi sesuai dengan aturan atau SOP yang berlaku.

“Kami harap semuanya dipahami. Ini agar kegiatan percepatan penanganan COVID-19 di Banyuwangi bisa dilaksanakan maksimal,” pungkasnya.

Para pekerja seni ini akhirnya bisa lega karena mereka bisa bekerja kembali seminggu lagi. Setelah tuntutan dipenuhi, para pekerja seni ini kemudian membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. (*)

Reporter: Rochman

 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan