Pekerja RHU Sampaikan Aspirasi ke Komisi D DPRD Surabaya

128
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Aspirasi sejumlah pekerja Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang terdampak pandemic disampaikan ke Komisi D DPRD Kota Surabaya. Mereka disaat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 Surabaya yang mulai melandai, mereka masih tidak bisa bekerja.

Para pekerja ini terganjal Perwali 33/ 2020 yang melarang tempat rekreasi hiburan umum (RHU) malam buka sampai saat ini. Dimana Perwali 33 tahun 2020 atas perubahan Perwali 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surabaya.

Dalam Perwali 33 tahun 2020 yang terbit 13 Juli 2020 itu melarang tempat rekreasi hiburan umum (RHU) buka apalagi diperkuat dengan surat edaran dari Dinas Pariwisata.  “Ya rasanya masih sedih dan ingin menjerit. Sampai sekarang, saya belum bisa bekerja karena (RHU) tutup, kalau begini terus keluarga saya mau makan apa,” kata Nita, seorang pekerja rumah hiburan malam kepada wartawan di Kantor DPRD Surabaya, Senin (09/11/2020).

Hal senada dialami Anton. Dia tidak bisa bekerja sejak empat bulan lalu karena tempat kerjanya masih tutup. Sedangkan, uang simpanannya sudah kritis menipis.  Mereka berharap, pada anggota DPRD Surabaya juga khususnya Pemkot Surabaya agar segera merevisi ataupun mencabut Perwali 33/2020, sehingga tempat hiburan umum (RHU) malam diperbolehkan buka kembali seperti semula namun dengan menerapkan gaya hidup baru protokol kesehatan.

Loading...

“Kita siap dan sanggup menegakkan dan mematuhi protokol kesehatan. Toh kami juga tak mau tertular. Yang terpenting kami bisa tetap bekerja. Tolong segera dicarikan solusi untuk kami,” kata Anton.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni berpendapat, bahwa agar pemulihan ekonomi di Surabaya bisa berjalan tentunya harus ada kelonggaran, yang awal mulanya Perwali 33/2020 tersebut melarang.

Terlebih pPemerintah pusat saat ini sedang menggerakan pemulihan perekonomian dalam segala sektor termasuk pemulihan kesehatan artinya itu berjalan beriringan. Selain itu, saat ini masyarakat juga menghadapi keadaan new normal artinya kenormalan baru tidak seperti normal sebelum pandemi Covid-19 ada.

“Saya pikir sebaran covid-19 kan sudah mulai melandai sebagaimana yang disampaikan oleh pemerintah kota. Ya seyogyanya itu, harus segera dilakukan revisi, diberikan kelonggaran tetapi tetap ada pembatasan,” kata Toni yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Pihaknya berharap, para pekerja RHU mulai dari waiters, cleaning service, dan security ini juga harus diberikan sembako oleh pemkot karena hampir sembilan bulan mereka menganggur. “Mencari pekerjaan di bidang lain itu tidak gampang, apalagi pandemi covid-19 ini yang meluluh lantahkan sektor ekonomi kita,” pungkas Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini.

Reporter: Boy R

Editor: Rizky

Loading...

Tinggalkan Balasan