Pekerja Migran Asal Pamekasan Melahirkan Saat Jalani Karantina di Surabaya

45
Proses persalinan PMI asal Pamekasan saat jalani proses karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Hasanah, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan, Madura melahirkan seorang bayi perempuan secara normal saat menjalani masa karantina, Kamis (22/7/2021). Ia dikarantina sejak 28 April 2021 lalu.

Proses melahirkannya dibantu seorang dokter umum yang bertugas di poli Asrama Haji. Di saat kondisi darurat itu, tempat tidur Hasanah sudah mulai banyak dibanjiri darah.

“Saat Tim Trenggana Satpol PP Jatim sedang bertugas di rumah isolasi OTG di gedung E2 Asrama Haji, kami mendapatkan panggilan telepon dari KKP. Ada seorang PMI yang akan melahirkan,” jelas Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin pada JNR, Kamis (22/7/2021).

Mendengar kabar itu, Solihin dan anggotanya langsung melepas baju hazmat dan menyeterilkan diri dengan menyemport disinfektan ke seluruh tubuh mereka.

Baca Juga  Pernah Mendekam di Penjara, Pria Bertato Kembali Ditangkap Polisi

Lantas Solihin mencarikan kain dan menyiapkam air hangat untuk membantu proses persalinan. Lanjut menuju gedung B1 kamar 214 yang menjadi kamar karantina bagi Hasanah yang hendak melahirkan.

Loading...

“Anggota kami siapkan air hangat dan mencarikan kain sarung karena seprei sudah banyak darah. Karena di Asrama Haji, maka kami beli di koperasi kain ihram yang biasa digunakan untuk orang haji. Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayi perempuan lahir sekira pukul 08.20 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat dilahirkan si bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. Ada tiga lilitan di leher bayi,  namun Alhamdulillah bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan.

Baca Juga  Tempat Andok Sabu di Surabaya Digrebek Polisi

“Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis,” tambahnya.

Selanjutnya, ia bersama dokter pun membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah.

Untuk membantu perawatan intensif, bayi dirujuk ke RS Haji karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaDampak Perpanjangan PPKM, Ribuan Karyawan Mall Terancam PHK
Berita berikutnyaKapolres Jombang Salurkan Bansos Kepada Komunitas Ojek Online

Tinggalkan Balasan