Pegadaian Ilegal Dikeluhkan Nasabah

76

Jember, (kabarjawatimur.com) – Banyaknya lembaga keuangan abal-abal atau ilegal dengan kedok pegadaian dikeluhkan.

Pegadaian swasta ini mengimingi masyarakat yang membutuhkan dana dapat terpenuhi dengan cepat.

Akibatnya masyarakat banyak terjerat pegadaian tersebut setelah meminjam uang dengan menjaminkan barang berharga miliknya dari perhiasan, barang elektronik dan sebagainya.

Namun ternyata selain menjerat para nasabahnya dengan bunga atau uang jasa yang relatif tinggi berkisar 10-11 persen per bulan, para nasabah juga akan mengalami kesulitan ketika akan menebus atau mengambil barang jaminan mereka kembali.

Barang yang dianggunkan milik nasabah terancam hilang dan dilelang secara sepihak, sehingga nasabah terancam mengalami rugi besar. Pasalnya biasanya nilai pinjaman uang yang diberikan kepada nasabah jauh dari nilai barang yang dijaminkan.

Seperti yang dialami oleh Fani, warga Perumnas Patrang yang ber KTP Sidoarjo. Fani harus gigit jari saat akan menebus barang yang dijaminkannya di pegadaian Yapusa (Yayasan Purwiko Samodra) yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim.

Baca Juga  Punya Banyak Potensi, Jember Dapat Apresiasi

Tanpa pemberitahuan akan dilelang, barang miliknya berupa mesin genset akan dilelang dan tidak boleh ditebus. Padahal nilai barang tersebut seharga Rp. 15 juta, sedangkan dirinya mendapat pinjaman hanya Rp. 2,75 juta.

Loading...

“Iya tanpa pemberitahuan tiba-tiba saat kemarin mau nebus barang jaminan saya tidak bisa saya ambil. Alasan mereka sudah akan dilelang,” katanya.

“Saya memang lupa karena kesibukan bekerja sehingga terlambat menebusnya. Seharusnya jatuh tempo 27 Juni baru saya tebus 12 Juli, tapi pihak Yapusa juga tidak mengirimkan pemberitahuan untuk membayar sehingga lewat tanggal,” sambungnya.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan Jember atau OJK melalui salah satu staf Arinda saat dikonfimasi mengatakan, pegadaian Yapusa tidak berijin.

Baca Juga  Aksi ke Empat Korban Cewek, Jambret ini Dibekuk

“Ditinjau sisi usahanya, pergadaian swasta harus berijin OJK mas dan ditinjau bentuk badan usahanya seharusnya bukan yayasan,”katanya.

“Kalau liat dari fotonya, dia hanya punya SIUP dan itu perlu dicek lagi apakah SIUP nya masih berlaku atau tidak mas. Secara umum, Yapusa ini perlu dipertanyakan legalisasinya mas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arinda menganjurkan agar nasabah yang merasa dirugikan oleh pihak Yapusa untuk melapor para OJK Jember.

“Bawa ke OJK mas dengan membawa bukti-bukti untuk kita tindak lanjuti,”katanya.

Jika terbukti tidak berizin sesuai ketentuan Yapusa dapat ditutup dan tidak boleh beroperasi sampai memenuhi regulasi yang ada. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakAlumni SMASA 96 Sumbang Sekolah
Artikulli tjetërGerombolan Orang Tak Dikenal Diduga Menyerbu Warga Kandangan-Pesanggaran

Tinggalkan Balasan