Patung Dewa Tertinggi se Asia Tenggara di Tuban Runtuh

56
Sisa bangunan patung runtuh. FOTO: Istimewa

TUBAN, (Kabarjawatimur.com) – Sebuah patung Dewa tertinggi se Asia Tenggara di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikabarkan runtuh. Patung Kongco Kwan Sing Tee Koe di Klenteng Kwan Sing Bio itu runtuh, pada Kamis (16/4/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi, patung setinggi 30,4 meter tersebut berdiri sejak 2017 lalu. Endang (44), warga sekitar klenteng mengaku, sangat terkejut adanya dentuman keras runtuhnya patung tersebut. Bahkan warga panik dan berhamburan keluar rumah.

“Awalnya terdengar suara seperti bangunan roboh yang sangat keras dari dalam rumahnya, sehingga kami bersama anak-anak langsung keluar menjauh dari rumah,” katanya kepada wartawan.

Detik detik patung runtuh. Foto: istimewa

Endang juga mengira bahwa suara keras tersebut adalah pesawat jatuh. Kemudian, warga pun langsung berhamburan keluar rumah.

Baca Juga  Rutan Medaeng Surabaya Terima 60 Tahanan Baru Kejari Perak
Loading...

“Ternyata saat melihat patung yang sebelumnya kokoh berdiri hanya tinggal tiang penyangga dan puing-puing reruntuhan bangunan,” katanya.

Aparat TNI-POLRI yang mendapat informasi bahwa patung Kongco yang berada di dalam Klenteng Kwan Sing Bio runtuh langsung menuju tempat kejadian perkara.

Akan tetapi, hingga pukul 12.00 WIB, belum diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan klenteng.

Sementara itu, Kapolsek Tuban Kota, Ajun Komisaris M Geng Wahono mengatakan, belum diketahui pasti penyebab runtuhnya bangunan Patung Kongco tersebut.

Sebab, petugas belum diizinkan masuk dan berkomunikasi dengan pihak pengurus klenteng, dan hanya bisa melihat situasi dari luar pagar.

“Kami belum bisa memberikan keterangan penyebab pasti runtuhnya bangunan itu, karena kami belum diijinkan masuk oleh pihak klenteng,” ujarnya.

Baca Juga  Cabup Yusuf Widyatmoko Diminta Hidupkan Kembali Persewangi

Sekedar diketahui, patung Kongco itu dibangun dengan anggaran Rp 2,5 miliar sempat menimbulkan polemik dan memantik perdebatan terkait perizinan pembangunan hingga tingkat internasional, sehingga ditutup sementara menggunakan kain putih. (*)

Reporter: Rochman
Loading...

Tinggalkan Balasan