Pasien Positif Corona di Banyuwangi Meninggal, Keluarganya Dikarantina

126
Petugas ambulance RSUD Genteng, Banyuwangi, saat mengantar peti jenazah PDP meninggal dunia, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. FOTO:istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pasca meninggalnya satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, pada Kamis (9/4/2020). Kini, keluarga pasien menjalani karantina.

Sekedar diketahui, pada Jum’at (10/4/2020) berdasarkan hasil Swab, pasien tersebut positif covid-19. Keluarga yang dikarantina ialah anak ketiga almarhum, yang menjaga semasa perawatan di RSUD Genteng.

“Keluarga almarhum satu orang sakit, AF, sudah dirujuk ke RSUD Blambangan, dan bersedia menjalani karantina,” tegas Kepala Desa (Kades) Kembiritan, Sukamto, pada Senin (13/4/2020).

Sementara istri dan anak AF, menjalani karantina mandiri dirumah. Petugas medis juga sudah melakukan uji sampel darah pada ketiganya.

“Cuma kini istri almarhum sakit-sakitan juga,” kata Sukamto.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Selain penanganan terhadap keluarga, Pemerintah Desa (Pemdes) Kembiritan kini tengah berupaya melakukan tracking terhadap 40’an warga jamaah pengajian yang sempat dilakukan di rumah duka.

Loading...

“Sebagian sudah terdeteksi siapa saja, tapi belum menyeluruh karena ketika ngomong tracking, semua terlibat, apalagi yang membantu dalam prosesi pemakaman kemarin, saya sangat menyesalkan,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, terkait penanganan yang diberikan pada anak pasien meninggal dunia dengan hasil tes swab positif Covid-19 ini.

Seperti diketahui, pada Kamis, 9 April 2020, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, meninggal dunia. Jumat, 10 April 2020, atau keesokan harinya, hasil tes swab pasien keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga  Even JKCI IV Digelar, 10 Duta Besar Datang ke Jember

Meski meninggal dengan status PDP, pihak RSUD Genteng, selaku tempat perawatan, mengirim tiga orang petugas ambulan pengantar peti jenazah. terdiri satu orang sopir dan dua orang pengangkat peti. Karena tak mampu mengangkat, akhirnya pihak keluarga membantu memikul peti jenazah dengan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya.

Bahkan semasa perawatan di RSUD Genteng, pihak keluarga pasien positif virus Corona (Covid-19) tersebut menjaga dengan tanpa masker dan APD standar kesehatan. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakBrugh! Atap Teras Pendopo Bupati Jember Ambruk
Artikulli tjetërBebas Asimilasi Corona, Kembali Berbuat Kejahatan Akan Dapat Hukuman Khusus dan Tidak Dapat Remisi

Tinggalkan Balasan