Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Banyuwangi Masih Bayar

531
Struk pembayaran biaya (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Muntama, seorang pasien terkonfirmasi covid-19 asal Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi, harus membayar biaya jutaan rupiah kepada salah satu rumah sakit di Banyuwangi.

Hal itu terjadi sekitar September 2020 lalu, Muntama menjalani perawatan di rumah sakit al huda Gambiran. Menurut Muslih, salah satu keluarga Muntama saat di konfirmasi menuturkan bahwa dia sempat dirawat selama dua hari di rumah sakit Al-Huda, Gambiran

“Jadi pada tanggal 27 bulan 9 kemarin, bu Muntama di cek darah dan rapid test hasilnya reaktif lalu di lakukan uji swab dari uji itu hasilnya menunjukan positif covid 19,” kata Muslih kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Selanjutnya, karena badannya sudah tidak terasa sakit, maka Muntama dan pihak keluarga memutuskan untuk meminta pulang, namun sebelum pulang pada tanggal 29 itu pihak keluarga harus merogoh kocek mencapai hampir Rp. 8 juta untuk biaya perawatan

“Bukankah jika sudah di vonis terkonfirmasi covid itu di tanggung pemerintah ? anehnya lagi, pada saat kepulangan itu tidak didampingi t3enaga kesehatan sama sekali dari rumah sakit,” ucap Muslih.

Dikonfirmasi terpisah, dr.Sugeng, Humas Rumah sakit Al Huda menjelaskan bahwa pasien yang pulang paksa pihaknya tidak bisa menahan.

Baca Juga  Jalan Desa Panti Semakin Kuat dengan Memanfaatkan Limbah Batubara

“Kasus pulang paksa pasien yang dirawat dengan covid jarang terjadi. Sebelum pulang paksa kita selalu koordinasi dengan PIC PKM wilayah. Kita tidak bisa menahan pasien atau keluarga, resiko terjadi tindak kekerasan terhadap petugas dan kerusakan properti Rumah Sakit. Sudah pernah terjadi pasien merusak pintu dengan memecah kaca,” cetus dr Sugeng.

Sementara itu, masih Sugeng, untuk masalah biaya pihaknya belum bisa memastikan apakah bisa di klaim kemenkes atau tidak jika pulang paksa.

Loading...

“Tentang biaya, karena pulang paksa kita tidak bisa memastikan apakah kemenkes mau menanggung biaya pasien covid yang pulang paksa (ada bukti pernyataan keluarga). Sehingga keluarga membayar dulu biaya perawatan. Sambil kita berusaha klaim ke kemenkes. Jika klaim bisa cair, maka biaya akan kita kembalikan, yang penting kita sudah mengupayakan dulu,” imbuhnya.

Bahkan, disinggung terkait kepulangan pasien tanpa didampingi tenaga medis, dr. Sugeng menjelaskan bahwa jika kepulangan normal maka selalu di jemput puskesmas setempat.

“Kalau pasien covid pulang normal, Selalu dijemput oleh petugas dari puskesmas wilayah, bukan dari Rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga  Sepulang Kulakan dari Bangkalan, Pria ini Ditangkap Polisi

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Dwi Prihatiningsih menjelaskan bahwa dirinya masih menunggu klarifikasi dengan pihak rumah sakit.

“Kalau untuk pasien pulang APS ( atas permintaan sendiri), faskes tidak bisa memaksa, karena semua tindakan termasuk rawat inap, harus atas persetujuan pasien atau keluarga dan Untuk pasien APS, yang sekarang sudah berjalan, akan dikomunikasikan dengan puskesmas setempat, untuk pemantauan selanjutnya namun Rumah sakit berkewajiban memberi penjelasan, bagaimana bahaya, resiko, dan seterusnya,” ungkapnya

Berbeda dengan dr. Sugeng selaku Humas Rumah sakit Al Huda, menurut Kepala Dinas Kesehatan yang juga sebagai juru bicara satgas penanganan covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menuturkan semua biaya pasien covid 19 ditanggung pemerintah.

“Semua pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 seluruh pembiayaan perawatannya ditanggung pemerintah. Dan tentunya harus dilakukan penatalaksanaan dengan protokol kesehatan, namun Soal kepulangan dan penetapan kesembuhan pasien Covid di Rumah sakit bergantung pada dokter yang merawat,” pungkas Rio. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakProgram Eazy Passport Kanim Tobelo Terima Apresiasi Pemda Halmahera
Artikulli tjetërSatu dari Dua Pelaku Modus Tukar Uang Receh Dibekuk, Ternyata Karena Ini

Tinggalkan Balasan