Pasar Tumpah di Bangkalan Akibatkan Kemacetan

4

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Bangakalan belum mempunyai jalan keluar untuk mengatasi Pasar Tumpah di Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur, mengingat hampir setiap pasar menjadi titik tumpul kemacetan.

Kondisi itu kian diperparah dengan infrastruktur pasar dan kebersihan yang terpantau kurang diperhatikan oleh semua pihak. Akibatnya, pembeli maupun pedagang pun sangat dirugikan.

Pemerintah dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Pemerintah Kecamatan setempat melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuka lapak di lahan parkir. “Kita pindahkan ke dalam serta melarang PKL, agar tidak membuka lapak ditempat yang bukan seharusnya,” terang Kasi Operasional Satpol PP M. Nakib, pada Rabu (11/9/2019).

Sementara itu, Camat Kwanyar, Hairurahman mengungkapkan, penataan dilakukan lantaran selama ini dikeluhkan masyarakat karena menjadi titik Kemacetan.

“Kita melakukan penataan agar PKL berjualan ke dalam pasar itu sudah melalui urun rembuk dengan tokoh-tokoh masyarakat, alhamdullih semua unsur menyerujui termasuk paguyuban PKL nya,” terangnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Bangakalan Muhammad Hotib menilai, Pemerintah dalam hal ini Bupati Bangkalan harus mempunyai  solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Loading...

“Kami berharap Bupati sebagai kuasa anggaran, memberikan dukungan kepada upaya pemberdayaan pasar tradisional, baik melalui perbaikan infrastruktur bangunan kios, lapak maupun sarana akses jalan masuk paving serta perbaikan drainase guna memberikan rasa nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” imbuhnya.

Anggota DPRD yang berasal dari Dapil Kwanyar itu juga menambahkan pengembangan dan perlindungan pasar tradisional ditengah maraknya Retail Modern juga menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah. Sebab menururnya, pasar tradisional merupakan roda penggerak ekonomi lokal dan dapat memberikan kontribusi riill pada peningkatan pendapatan bagi pelaku ekonomi lokal.

“Semoga di tahun 2020, Bupati Bangkalan memberikan perhatian kepada pasar tradisional lainnya melalui dukungan Anggaran yang nantinya akan di usulkan dalam rancangan APBD 2020,” ujarnya.

“Sehingga upaya mensejahterakan masyarakat terutama pelaku ekonomi lokal melalui peningkatan sarana infrastruktur pasar tradisional dapat mewujudkan daya saing pasar tradisional dengan pasar modern dan Retail lebih kompetitif,” imbuhnya. (*)

Reporter: Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan