Pasar Ramadan Cara Pulihkan Sektor Ekonomi di Desa Kebaman Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah saat meresmikan pasar ramadan Desa Kebaman, Kecamatan Srono.

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Adanya pasar ramadhan merupakan salah satu upaya memulihkan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh para pemuda di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Ya, kali ini pasar ramadhan ini diresmikan oleh Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah.

“Kami titipkan perjuangan dan semangat cita-cita luhur bangsa untuk Pemuda Desa Kebaman. Ditengah pandemi, mampu menghidupkan perekonomian masyarakat desa,” kata H. Sugirah saat membuka Pasar Ramadan yang digelar oleh pemuda Karang Taruna Desa Kebaman, Selasa (13/4/2021) kemarin.

Wabup Sugirah mengatakan, sudah seharusnya para pemuda desa menjadi pelopor dan motor penggerak bagi kemajuan masyarakat di wilayahnya. Lebih-lebih jika itu dilakukan secara gotong royong.

“Hari ini teman-teman pemuda di Kebaman sudah membuktikan. Mudah-mudahan pasar Ramadan ini mampu memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi,” ujarnya.

“Karena yang pertama dilaunching, kami berharap Pasar Ramadan ini bisa menjadi contoh dan dapat ditiru oleh desa-desa lain sebagai salah satu langkah memulihkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Kepada pemuda Desa Kebaman, Pakde Sugirah berpesan agar bisa terus berkarya untuk masyarakat. Karena masa depan bangsa Indonesia yang akan datang ada pada gerak langkah pemuda di masa sekarang.

“Pemimpin-pemimpin masa depan adalah pemuda era sekarang. Terus berjuang untuk masyarakat, jadilah pejuang-pejuang tangguh tanpa kenal lelah,” ujar Pakde Sugirah sambil mengacungkan dua jempol kepada para pemuda.

Dalam pelaksanaan Pasar Ramadan, ada 34 UMKM yang membuka stand di ruas jalan yang berlokasi di timur Kantor Desa Kebaman. Mereka menjual aneka makanan dan minuman yang biasa disediakan untuk takjil. Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat.

Loading...

Para pengunjung yang datang ke sana harus berjalan kaki dan wajib mematuhi aturan 3 M. Jarak antar penjual ditata sedemikian rupa agar tidak berjubel.

Makanan-minuman yang dijual juga dilakukan uji sampel yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (labkesda). Mereka turun ke pasar Ramadan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi. Sehingga pembeli juga makin yakin, ujungnya dagangan UMKM laris.

Kepala Desa Kebaman, Alif Burhanuddin menyampaikan, pergerakan kegiatan di desa sebagian besar dilakukan oleh para pemuda. Tak heran jika di Desa Kebaman terdapat 27 kelompok organisasi pemuda.

“Kami dari pemerintah desa tentu terus mendukung dan tanpa lelah mensuport kegiatan kepemudaan di Desa Kebaman. Mulai kegiatan keagamaan, pendidikan, peningkatan SDM, ekonomi hingga sosial dan budaya,” terang Alif.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna ‘Tunas Pemuda’ Desa Kebaman, Rizki Alfian Restiawan mengucapakan terimakasih kepada Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah atas dukungan dan motivasinya untuk para pemuda di Kebaman.

“Ini vitamin sekaligus cambuk bagi kami. Vitamin sebagai penyemangat dalam bergerak, dan cambuk agar bisa berlari kencang untuk berusaha bermanfaat kepada masyarakat,” ucapnya.

“Kami juga sampaikan terimakasih kepada semua pihak, terutama teman-teman organisasi pemuda se Desa Kebaman. Atas kerjasama dan kerja kerasnya, kegiatan berjalan dengan lancar,” imbuh mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Dia berharap agar para pemuda bisa meneladani perjuangan Wabup Sugirah dalam menebar kebermanfaatan untuk masyarakat, yang berangkat dari desa. Sebab itu dalam berjuang tidak mengenal kata lelah dan menyerah. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaSahur On The Road dan Bagi Takjil di Jalanan Dilarang, Polisi Akan Bubarkan
Berita berikutnyaImigrasi Bandung Ajak Masyarakat Peduli Produk Kerajinan WBP Rutan Perempuan

Tinggalkan Balasan