Pasar Jadul Wahana Belajar Budaya Bagi Generasi Millenial

183

NGAWI, (Kabarjawatimur.com) – Destinasi wisata baru, pasar tradisional yang berlokasi di taman wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Ngawi Jawa Timur, kini menjadi salah satu wisata yang selalu ramai dikunjungi.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat semata, keunikan pasar ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pejabat pemerintah yang ada di Kabupaten Ngawi.

Terlihat, bersama dengan Bupati Ngawi, Ir. H. Budi Sulistyono serta Forkopimda, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Letkol Arm Ronald F Siwabessy berkunjung ke pasar tradisional yang ada di Desa Tawun tersebut.

Disela-sela kunjungannya Kanang, sapaan akrab orang nomor satu di Ngawi tersebut menjelaskan, pasar ini merupakan pasar tradisional yang menjual aneka kuliner, jajanan, serta permainan tradisional.

“Pasar ini buka sebulan sekali, tepatnya setiap Ahad Legi atau hari Minggu Legi. Adapun konsep yang diusung adalah nuasa tempo dulu, sehingga pasar tradisional ini diberi nama Pasar Jadul Ahad Legi,” ungkapnya.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

Dilokasi yang sama, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Letkol Arm Ronald F Siwabessy mengatakan Pasar Jadul merupakan destinasi wisata yang unik. Pasalnya, nuansa alam pedesaan, dengan pernak pernik, segala aktifitas dan kuliner yang serba tradisional, seakan membawa para pengunjungnya larut dalam suasana tempo dulu.

Loading...

Menurutnya, upaya pengembangan pasar tradisional ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Ngawi kepada masyarakat. Disamping sebagai wahana dalam mempopulerkan wisata yang ada di Ngawi.

“Besar harapan, tentunya keberadaan pasar ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata desa Tawun,” bebernya.

Lebih lanjut, Almamater Akademi Militer Tahun 2002 ini menambahkan, justru ditengah gerusan jaman modern ini, tentunya pasar tradisional akan menjadi wahana edukasi yang efektif bagi generasi milenial untuk lebih mencintai serta melestarikan salah satu budaya bangsa.

Baca Juga  Bertengkar, Suami Siri Tega Bunuh Istri lalu Rampas HP dan ATM Korban

“Menjaga serta melestarikan kearifan budaya lokal merupakan salah satu wujud nyata kecintaan kita kepada tanah air,” tegasnya.

Terpisah, apresiasi juga disampaikan Danmenarmed 1/ Divif 2 kostrad Kolonel Arm Didik Harmono. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keanekaragaman agama, suku, ras dan budaya.

Pengembangan serta pelestarian budaya lokal bangsa, seperti halnya pasar tradisional di desa merupakan hal yang sangat penting.

“Karena sesungguhnya, kemajuan ekonomi desa adalah pondasi utama dalam mendukung kekuatan ekonomi bangsa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakTPA Pakusari-Jember Cocok Jadi Laboratorium untuk Penelitian Pemanfaatan Sampah
Artikulli tjetërPecah Poket Tiga Bagian, Pria asal Kediri Diamankan Polsek Kenjeran

Tinggalkan Balasan