Pasang Kamera, Dishub Awasi Pelanggar Batas Kecepatan  

16
FOTO (DOK) : Plt Kadishub Irvan Wahyudrajat

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berencana memasang kamera pemantau kecepatan kendaraan. Pemasangan di beberapa titik di ruas jalan yang kerap dipakai pengendara untuk mengendara kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan pengendara agar tidak melajukan kendaraannya melebihi batas yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (Laka). Pelaksana Tugas (Plt) Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, pemasangan kamera ini akan dipasang di beberapa jalan utama seperti Jalan A Yani ataupun Frontage Road (FR).

“Kamera ini kami tingkatkan tidak hanya sebagai pengawasan ( monitoring), tetapi juga untuk penindakan bekerja sama dengan kepolisian. Nanti kami buat MoU dengan Satlantas Polrestabes untuk kamera itu selain menjaring parkir ilegal juga pelanggaran batas kecepatan,” kata Irvan ketika jumpa pers di Kantor Bagian Humas, Kamis (8/9).

Secara teknis, kamera tersebut akan mendeteksi nomor polisi kendaraan dan jenis kendaraan dari satu titik ke titik lain, juga dengan kecepatan berapa. Kamera itu akan menjadi dasar untuk menindak. Kalaupun tidak bisa melakukan tilang langsung, bisa juga diterapkan lewat surat (tilang). Meski, bila di luar kota agak kesulitan.

Baca Juga  Tega, Ibu Kandung Buang Bayi Sendiri Berusia 7 Bulan

Rencananya, kamera tersebut akan dipasang pada setiap ruas bukaan dari FR menuju Jalan A Yani maupun dari Jalan A Yani masuk FR. Selain kamera, Dishub juga akan memasang warning light pada jarak kurang lebih 4,5 kilometer.

Loading...

“Selama ini dari teknologi ATCS sering jadi alat bukti bila ada kecelakaan,” jelas Irvan ketika ditanya efektivitas kamera pemantau kecepatan itu bila terpasang.

Menurut Irvan, dalam lima tahun terakhir, Surabaya mendapat penghargaan karena telah berhasil menurunkan fatalitas kecelakaan. Namun, akhir-akhir ini, kecelakaan lalu lintas kembali cukup sering terjadi. Utamanya yang terjadi pada malam hari atau dini hari. Paling teranyar adalah kecelakaan maut yang terjadi di Jalan A Yani pada Kamis (1/9) dini hari lalu.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Serahkan 93 SK PPPK Guru Pada Tahap II

Untuk itu Irvan mengimbau agar warga Surabaya tertib dalam berlalu lintas. Pasalnya, penyebab utama kecelakaan sejatinya bukan karena sarana (jalan atau kendaraan) ataupun cuaca. Tetapi karena faktor manusia. Semisal karena mengantuk atau ugal-ugalan mengumbar kecepatan ketika mengendara di jalan.

“Beradasar data kami, penyebab kecelakaan itu, 99 persen karena manusia nya (human error). Karena itu, mari kita semua tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Kanit Pengaturan Jalan dan Pengawalan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya, AKP Moch Suud menambahkan pihaknya akan mengevaluasi pola jam patroli menyusul kecelakaan yang kerap terjadi pada waktu dini hari. Namun, yang terpenting dalam menekan Laka menurutnya adalah adanya kesadaran warga dalam berlalu lintas.

“Ayo ciptakan situasi tertib berlalu lintas di Surabaya. Ini menjadi tantangan bagi kami dan juga tanggung jawab semua,” kata Suud.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakKirim Poket Sabu, Sopir Pikup Ditangkap
Artikulli tjetërTruk BBM Terbakar di Tol Porong-Sidoarjo

Tinggalkan Balasan