Paripurna Interpelasi Kali Lamong di DPRD Gresik Diwarnai Demo Mahasiswa

139
Para pendemo dari aktivis HMI Gresik saat ditemui oleh Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Aksi demontrasi mahasiswa mewarnai rapat paripurna DPRD Gresik yang membahas tanggapan Bupati atas usulan hak interpelasi dewan soal penanganan Kali Lamong, pada Selasa (21/7/2020).

Pengunjuk rasa dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Gresik ini menuntut, agar permasalahan Kali Lamong segara dituntaskan. Mereka juga menanyakan soal prioritas penanganan masalah Kali Lamong dan sampai mana progres penanganannya.

“Kami ingin menagih janji pemerintah Gresik yang katanya akan segera menangani masalah Kali Lamong. Janji itu sering diutarakan saat banjir tiba. Tetapi janji itu seperti angin berlalu,” ujar Bagus Yoga Pratama selaku Korlap Aksi dalam orasinya.

Dalam demo itu, mereka juga menanyakan kapan dimulai pelaksanaan penanganan Kali Lamong. Sebab, wilayah di sekitar Kali Lamong setiap tahun terdampak banjir. Ratusan areal persawahan dan tambak milik masyarakat terendam.

“Banjir Kali Lamong juga merendam ratusan rumah warga di sekitarnya. Bahkan pada banjir kemarin sudah menelan dua korban jiwa yang terseret arus banjir Kali Lamong,” ucapnya yang diikuti seruan mahasiswa lain.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Beberapa saat kemudian, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani akhirnya menemui para pendemo. Di situ dia menyampaikan bahwa pihaknya telah menggunakan hak interpelasi Kali Lamong dalam rapat paripurna.

Loading...

“Hak interpelasi ini kami gunakan karena Pemerintah Gresik dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan Kali Lamong. Pada 15 Juni lalu sudah dilakukan studi Larap. Semoga enam bulan ke depan studi Larap itu sudah selesai,” kata pria yang akrab disapa Gus Yani ini.

Dia berkata, pengajuan hak interpelasi dari pihak DPRD Gresik kepada Bupati sudah diajukan pada awal tahun 2020. Dikarenakan Pemkab Gresik memiliki kewenangan atas pembebasan lahan untuk tanggul Kali Lamong.

Baca Juga  Saat ini, Polisi Kembali Gencar Lakukan Patroli Keramaian, Warkop dan Cafe

“Untuk kewenangan kami dalam persoalan Kali Lamong adalah soal anggaran. Oleh karena itu, pihak DPRD Gresik akan mengajukan penambahan anggaran. Paling lambat dalam bulan Agustus akan kita siapkan,” ungkapnya.

Sementara dalam rapat paripurna yang digelar via zoom, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menjelaskan, untuk penanganan Kali Lamong pihaknya sudah membuat Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan Pengadaan Tanah atau studi Larap disepanjang Kali Lamong.

“Alokasi anggaran pembebasan lahan untuk tanggul Kali Lamong pada RKPD tahun 2021 sebesar Rp 150 miliar. Dengan berkoordinasi bersama Kabupaten atau Kota dan Provinsi yang terkait pelaksanaan penanggulangannya,” papar Sambari.

Pihaknya juga akan memfasilitasi adanya pengembangan perencaan secara detail dan memberi masukan tentang daerah prioritas penanganan yang ada di wilayah Gresik kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Reporter : Azharil Farich

 

Loading...
Artikulli paraprakWarga Kapas Madya Hajar Pria T4 Karena ini?
Artikulli tjetërUMKM Banyuwangi Mulai Bangkit Sejak Pandemi

Tinggalkan Balasan