Panjat Rumah Lakukan Pencurian, Tertangkap Ditembak Polisi

Pelaku diapit Kapolsek dan Kanit Reskrim Rungkut.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Aksi pencurian yang meresahkan warga yang terjadi pada, Jumat, 29 Januari 2021 pukul 00.53 WIB dii Graha Gunung Anyar KAV. 16 Gunung Anyar Surabaya, diungkap Polisi.

Bahkan, satu pelakunya dilakukan tindakan tegas dengan ditembak pada bagian kaki kanan pelaku karena mencoba kabur saat penangkapan.

Parahnya, pelaku yang diduga lebih dari dua orang ini selalu mengincar sepeda dengan harga diatas 5 juta rupiah. Pelakunya, Nur Eko Cahyono (22) warga Jalan Mulyorejo Selatan Gang I Surabaya.

Setelah Anggota Reskrim Polsek Rungkut menjalankan serangkaian penyelidikan, pelaku pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP itu akhirnya dapat dibekuk.

“Di Polsek Rungkut saja ada sekitar 5 LP yang masuk dan semua korban melapor jika telah kehilangan sepeda angin dengan harga mahal,” kata Kompol Ibnu Hendri Indarto, Kapolsek Rungkut, Rabu (17/2/2021).

Ibnu menjelaskan, dalam aksinya, pelaku ini bersama-sama dengan Antok dan Dika (DPO) saat itu mengambil 2 (dua) buah sepeda angin merk Polygon tipe Estrada 4.0 dan tipe Cleo 2 di Perum Graha Gunung Anyar Surabaya.

Saat beraksi, kelompok ini melakukannya dengan memanjat tembok batas perumahan dan kemudian mengambil 2 buah sepeda angin tersebut diatas dari 2 rumah yang berbeda didalam Perum Graha Gunung Anyar Surabaya.

Loading...

Aksi mereka saat itu terekam kamera pengintai, kemudian berkat adanya rekaman CCTV di Mushola Perum Graha Gunung Anyar Surabaya, anggota Reskrim Polsek Rungkut berhasil mengamankan pelaku.

“Pada saat dilakukan pengejaran, pelaku ini mencoba kabur sehingga ditindaktegas terukur dengan dilakukan penembakan mengenai kaki kanan pelakunya,” tambah Kapolsek.

Dalam penyelidikan, diketahui jika pelaku ini juga merupakan seorang residivis. Tersangka adalah Residivis yang pernah ditangkap Polsek Sukolilo dan pernah ditembak.

Pelaku juga mengiyakan jika pernah masuk penjara dan usai menjalani hukuman, kembali meneruskan aksinya. “Sudah 8 kali mencuri sejak keluar penjara,” singkatnya.

Sebelum melakukan pencurian, dirinya menawar dulu sepeda yang dijual lewat online dengan harga murah. Karena tidak dilepas, malam harinya kelompok ini menyatroni rumah korban.

Sepeda curian itu oleh pelaku juga dijual online biasanya seharga 4 hingga 5 juta rupiah perunitnya.

Barang bukti yang juga disita, 1 buah HP merk OPPO tipe As S mink tersangka yang dibeli dengan uang hasil penjualan sepeda angin dan 2 unit sepeda angin Merk Polygon.(*)

Loading...

Tinggalkan Balasan