Pandemi Covid-19, Wali Murid SMKN 1 Kalibaru Keluhkan Pungutan Uang Sekolah

59
Ilustrasi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Wali murid siswa baru SMKN 1 Kalibaru, Banyuwangi mengeluhkan pungutan sejumlah uang. Mereka protes dalam pungutan tersebut lantaran ekonomi mereka masih terhimpit di masa pandemi covid-19.

Mereka mengaku sangat terbebani. Menyusul tarikan yang dilabeli Sumbangan Wali Murid untuk PSM (Peran Serta Masyarakat) ini nominalnya lumayan memberatkan. Antara Rp 2 – 2,5 juta. Jumlah yang tidak sedikit, apalagi di tengah keterpurukan ekonomi bencana Covid-19.

“Dan itu, oleh sekolah harus dilunasi dalam lima bulan ke depan,” ucap A, salah satu wali murid SMKN 1 Kalibaru, Jumat (7/8/2020).

Disebutkan, pungutan ini dicetus saat rapat wali murid baru dengan pihak SMKN 1 Kalibaru, pada Selasa, 4 Juli 2020 lalu. Di situ sejumlah wali murid mengaku dipaksa untuk menyetujui kebijakan sekolah.

Baca Juga  Kades Tidak Transparan, Balai Desa Serah Panceng Digeruduk Puluhan Warga

Beberapa ibu siswa baru yang hendak meminta izin terlebih dahulu kepada suami, juga tidak diperkenankan. Termasuk sejumlah peserta musyawarah yang hanya perwakilan wali murid. Oleh pihak SMKN 1 Kalibaru, rata-rata tetap dipaksa tanda tangan persetujuan sebelum meninggalkan acara.

Meski disebut sebagai sumbangan, besaran nominal pun telah ditentukan oleh sekolah. Antara Rp 2 – 2,5 juta per siswa.

Loading...

Sesuai penjelasan yang diterima para wali murid baru, uang jutaan itu untuk bantuan pelunasan pembayaran sebidang tanah yang dibeli oleh SMKN 1 Kalibaru, senilai Rp 840 juta. Pembayaran guru honorer dan kebersihan sekolah atau kegiatan yang tidak bisa dibiayai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Serta biaya penyembelihan hewan kurban.

“Setahu kami SMKN 1 Kalibaru tahun ini kan juga tidak menyembelih hewan kurban,” tambah H, wali murid siswa baru lain.

Baca Juga  Armuji Ngonthel Bareng Komunitas Sepeda D’Gowat

Keluhan dari para wali murid SMKN 1 Kalibaru ini memang cukup beralasan. Selain perekonomian memang sedang terpuruk, bulan lalu mereka juga baru saja membayar biaya pembelian seragam sekolah. Dengan nominal Rp 2 juta lebih per siswa.

Sayang, hingga kini awak media belum berhasil meminta keterangan dari pihak sekolah SMKN 1 Kalibaru.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi, Drs Istu Handono M Pd, mengaku sudah mendapat laporan tentang keluhan wali murid atas pungutan berbalut PSM di SMKN 1 Kalibaru.

“Saya juga sedang lidik dan pendalaman. Kami juga perintahkan Komite Sekolah untuk membuat jawaban dan argumen, kenapa bisa jadi seperti ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan