Pandemi COVID-19, Disdik Bangkalan Diminta Perhatikan Nasib Guru Sukwan

66
LIRA Bangkalan saat Dikantor Disdik Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan diminta untuk memperhatikan nasib guru sukwan (sukarelawan).

Hal itu disampaikan Bupati LSM LIRA Kabupaten Bangkalan, Mahmudi Ibnu Khotib, saat mendatangi kantor Disdik Bangkalan, Senin (14/9/2020).

Mahmudi mengatakan, Pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap guru sukwan. Karena selama pandemi mereka tidak pernah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka disekolah bersama muridnya.

“Mereka (guru sukwan, red) juga terdampak pandemi virus corona, pemerintah harus memperhatikan nasib mereka,” ungkapnya.

Mahmudi mengatakan, anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) hasil recofusing Pemkab Bangkalan sebesar Rp 88 milyar. Anggaran sebesar itu harus mampu dimanfaatkan untuk para guru.

“BTT di Bangkalan ini besar, pemerintah harus memperhatikan nasib mereka, karena selama pandemi ada yang digaji hanya Rp 35 ribu,” tambah dia.

Baca Juga  Tas Diduga Bom Gegerkan Kantor Kelurahan Pacar Kembang Surabaya

Selain itu, Mahmudi juga meminta Disdik Bangkalan berani mengambil kebijakan pembelajaran tatap muka. Karena berakhirnya pandemi COVID-19 tidak bisa diprediksi.

Loading...

Namun, ia meminta pembelajaran tatap muka tetap mengacu pada kondisi atau zona disetiap daerah.

“Pembelajaran secara daring (dalam jaringan) tidak begitu efektif. Apalagi di pedesaan, ini sangat timpang. Siswa -siswa banyak yang tidak memiliki smartphone, ini menjadi masalah baru bagi wali siswa,” imbuh dia.

Mahmudi mengatakan, Disdik Bangkalan harus berani mengambil terobosan atau kebijakan agar dunia pendidikan kembali aktif dan bergairah.

Menanggapi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, M. Zainul Qomar mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa langkah agar pendidikan bisa digelar secara tatap muka.

Baca Juga  Terpapar Covid-19, Dokter di Banyuwangi Meninggal Dunia

“Sosialisasi sudah kami lakukan, Bangkalan kan pernah zona kuning tapi kembali lagi zona orange, itu pernah kami sosialisasi untuk menggelar pembelajaran tatap muka,” ucap Qomar.

“Karena pembelajaran tatap muka bisa dilakukan sesuai zona setiap wilayah,” tambah dia.

Qomar menjelaskan, apabila pembelajaran tatap muka bisa digelar pihaknya harus menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

“Seperti masker, handsanitezer itu harus disiapkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...

Tinggalkan Balasan