Palsukan Dokumen dan Mark Up Anggaran Proyek 60 M, Kejari Tanjung Perak Tahan Dua Tersangka Korupsi

0
Tersangka Korupsi Rp 60 M saat digelandang ke mobil tahanan Pidsus Kejari.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Dua orang tersangka korupsi di bank plat merah di Surabaya resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Tersangka yang ditahan inisial RK, Direktur Utama (Dirut) PT. Hazzel Karya Makmur (HKM) dan suaminya DC selaku pelaksana proyek.

Kajari Tanjung Perak, I Ketut Kasna Dedi, SH, MH menjelaskan, kasus dugaan korupsi tersebut bermula ketika PT HKM melaksanakan proyek pembangunan 31 gudang di Business Central 99 pada 2014 lalu. Proyek tersebut kemudian diajukan kredit sebesar Rp 77 miliar dan dicairkan oleh pihak bank sebesar Rp 50 miliar.

“Namun setelah dicairkan ternyata tidak dipergunakan sesuai peruntukannya dan pembangunan 31 gudang juga tidak selesai. Hingga akhirnya pada bulan Maret 2016 dinyatakan kredit macet,” terangnya di aula Kejari Tanjung Perak, Senin (13/6/2022).

Baca Juga  Kasat Pol PP Laporkan Oknum Penjual Barang Sitaan, Kasusnya Ditangani Polisi

Modusnya, dalam permohonan kredit tersebut, beber Kasna sapaan akrab Kajari Tanjung Perak, keduanya telah menggunakan dokumen palsu, baik saat permohonan maupun pencairan. Selain itu keduanya juga telah melakukan mark up anggaran proyek.

Loading...

“Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp 60 miliar lebih,” tambahnya.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna melakukan penelusuran keterlibatan pihak lain termasuk pihak perbankan.

“Kami minta bantuan PPATK untuk melakukan penelusuran penelusuran keterlibatan pihak lain,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) Jo.Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Jo. UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga  Hewan Ternak Alami Gejala PMK, Berikut Langkah Cepat Mengatasinya

Selain itu, kedua tersangka juga disangkakan dengan Pasal 3 ayat (1) Jo.Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Jo. UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dari data yang disampaikan, penyelidikan kasus ini dimulai sejak 16 Juli 2021 dan pada 1 Oktober 2021 ditingkatkan ke tahap penyidikan, dengan sprint penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak Nomor: 03/M.5.43/Fd.1/10/2021.

“Kedua tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Kelas I Surabaya cabang Kejati Jatim,” pungkas Kasna.(*/EK)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakSejumlah Tokoh Bahas Rancangan UU Anti Islamphobia

Tinggalkan Balasan