SURABAYA, Kabarjawatimur.com-
Pria inisial IK (35) asal Kuningan Jawa Barat, dibekuk Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pria itu terpaksa berurusan dengan Polisi lantaran hendak melarikan mobil yang di kreditnya. Parahnya, dalam akad kredit dia menggunakan data-data yang dipalsukan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, pelaku IK ini telah melanggar Pasal 35 UU RI nomor 42 tentang Fidusia.

Pasal tersebut intinya adalah apabila debitur atau masyarakat yang ketika akan melakukan akad kredit dan menggunakan KTP, KK ataupun buku nikah yang palsu identitasnya itu adalah tindakan pidana.

“Pelaku ini kami kenakan pasal 35 undang-undang nomor 42 di Fidusia, karena ketika yang bersangkutan akan mengirim barang ke luar dan kami ketahui lalu diamankan,” kata Agus Rahmanto, Senin (16/7/2018).

Dalam penyelidikan dengan perusahaan pembiayaan, setelah melaporkan kasus itu ke Polisi diketahui ternyata alamat dan identitasnya pelaku ini palsu.

Perlu diketahui, berkaitan dengan Fidusia, atau yang kita kenal di masyarakat adalah Leasing atau kredit mobil, kredit motor beli kendaraan yang dan lain-lain yang menggunakan pembiayaan dengan kredit.

Baca Juga  Mobil Ringsek Tertimpa Pohon di Bangkalan

Fidusia di dalam undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan itu adalah pengalihan hak kepemilikan dari Debitur kepada Kreditur.

Debitur adalah masyarakat yang akan melakukan akad kredit dengan pihak Finance di mana pembiayaan yang biasanya masyarakat hanya memiliki 30% atau berapa persen dari jumlah keseluruhan kendaraan.

Karena tidak ada uang yang 100%, dilakukanlah proses Fidusia namanya, yakni meminta dibiayai oleh perusahaan Finance dan Finance lah yang melengkapi sehingga 100% pembiayaan itu dibayarkan kepada dealer.

Loading...

Dalam akad kredit memang atas nama dari kendaraan tersebut ada di STNK sama BPKB sudah nama dari Debitur, namun ketika proses Fidusia disepakati dan BPKB sebagai bukti dari buku pemilik kendaraan bermotor itu diserahkan ke pihak Finance.

Dalam masa kredit hak kepemilikannya dan selama cicilannya belum lunas, kendaraan tersebut masih milik pihak Finance.

Bersamaan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga melakukan penahanan 12 kendaraan yang lain.

Kendaraan itu adalah hasil dari Razia, penyelidikan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak banyak Depo, ada ratusan Depo, ratusan gudang expedisi pengiriman laut

Baca Juga  BHS: Masuk Zona Hijau, Desa Sebani Layak Jadi Desa Percontohan

Dari razia di tempat itulah kemudian diketahui ada kendaraan yang masuk kontainer dan diperiksa identitas kendaraan tersebut diketahui bahwa kendaraan tersebut sudah dinyatakan oleh perusahaan Finance dalam pencarian.

“Artinya, kendaraan itu cicilannya sudah terlambat berbulan-bulan. Ada juga pemiliknya yang mengaku bahwa itu sudah dibeli dengan cara oper kredit,” tambah Agus Rahmanto.

Setelah 12 kendaraan itu diamankan, petugas segera berkordinasi dengan APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia), untuk mendapat informasi identitas kendaraan.

Begitu mendapatkan identitas kendaraan, nomor rangka, nomor mesin dan seketika itu menyebarkan luas identitas kendaraan ke
seluruh perusahaan finance di Indonesia.

Setelah mendapat datanya dari perusahaan Finance dan membuat laporan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kendaraan itu langsung diserahkan kembali ke pihak Leasing.

“Tentunya kami melihat laporan dari Finance, melihat sertifikat jaminan Fidusia kendaraan tersebut ada nggak, apabila tidak ada tidak bisa menunjukkan sertifikat jaminan Fidusia akan kami tolak pelaporannya,” tutup Agus Rahmanto.

Teks foto : Kapolres Tanjung Perak Surabaya pamerkan pelaku yang palsukan data kredit.

Reporter : Ekoyono
Editor : Rusmiyanto

Loading...
Berita sebelumyaBerhenti Dibawah Jembatan Tol Pria ini Dibekuk Polisi, Ternyata ?
Berita berikutnyaPeduli Pendidikan, Seorang Polisi Bantu Biaya Sekolah Anak Yatim

Tinggalkan Balasan