Pak Bupati Anas, Restoran GR Sediakan Room Karaoke dan Diduga Ada Purelnya Pak!

275
Restoran Grand Royal masuk Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, (Foto:Dok. Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Keberadaan restoran Grand Royale (GR) di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, belakangan memicu kontroversi. Masyarakat setempat sempat merasa resah.

Kenapa?. Karena selain ada room karaoke, restoran tersebut diduga juga menyediakan jasa pemandu lagu atau yang biasa disebut purel.

Penelusuran dilapangan, GR mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) restoran dan live musik. Bukan untuk usaha sing song atau karaoke. Namun faktanya, sudah bukan rahasia umum, disini pelanggan bisa memesan jasa para gadis seksi.

Tapi disinyalir pihak pengelola cukup licin dalam mencari celah aturan. Agar selaras dengan izin, room karaoke di GR dikemas sebagai bonus pemesanan paket makanan. Artinya, dengan memesan paket tertentu, pelanggan langsung mendapatkan free room karaoke.

Baca Juga  SK Kenaikan Pangkat PNS, Bupati Bojonegoro Harapkan Peningkatan SDM

Dan disitu, terdapat petugas khusus yang disinyalir khusus menjadi penyedia jasa purel. Sebagai pelengkap, restoran GR juga menyediakan minuman keras jenis A.

Loading...

Zaenal Muttaqin SE, perwakilan manajemen, membenarkan bahwa GR hanya memiliki TDUP restoran dan live musik. Sedang terkait keberadaan purel, dia mengaku tidak tahu-menahu. Tentang para gadis seksi tersebut, Zaenal meminta wartawan untuk klarifikasi pada dua orang oknum LSM, yakni YS dan SG.

“Kami tidak tahu menahu terkait purel, kita juga tidak ada yang kenal,” ucap Zaenal, Sabtu (23/11/2019).

Pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi, menjelaskan bahwa manajemen GR hanya menjual makanan seperti restoran pada umumnya. Bedanya, setiap pemesanan paket tertentu, pelanggan bisa mendapat free room karaoke. Dan paket makanan yang dipesan juga bisa ditukar dengan minuman keras dengan nilai nominal rupiah yang sama.

Baca Juga  Wanita Tergeletak, Shelter Stasiun Kertomenanggal Mendadak Ramai

“Dan itu kan hak nya pelanggan, yang penting kita jualan makanan,” katanya.

Atas kondisi ini, masyarakat berharap kebijaksanaan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, guna meminimalisir indikasi penyalahgunaan izin restoran. Terlebih restoran GR, beberapa waktu lalu juga sempat diterpa isu dugaan perdagangan manusia. Dimana pihak manajemen dikabarkan meminta jatah rupiah dari para purel. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Buru Pelaku Pembakaran Motor dan Pembusuran Bentrok Sengketa Lahan di Makassar
Artikulli tjetërSupervisior Wanita ini Dipenjara, Tilep Uang Puluhan Juta

Tinggalkan Balasan