PAD dari Sektor Parkir Rendah, Pemkab Bangkalan Panggil Pelaku Usaha

30
Suasana Pemanggilan Pelaku Usaha di Pemkab Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memanggil para pelaku usaha yang berada di Kota Dzikir dan Sholawat. Pemanggilan yang bertempat di aula Pemkab itu dalam rangka membahas penarikan retribusi parkir dan pajak parkir.

Sebab, menurut Wakil Bupati Bangkalan Mohni, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir masih jauh dari target yang diinginkan Pemkab Bangkalan. Selain itu, beberapa potensi parkir belum diserap secara dioptimalkan.

“Karena PAD dari sektor parkir ini masih jauh dari potensi yang ada, potensi sangat banyak tapi realisasi sangat rendah,” tutur Mohni, kepada awak media Rabu (1/4/2020).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu mengungkapkan, pihaknya akan memperbaiki tata kelola parkir untuk meningkatkan PAD. Selain itu, akan memberikan bimbingan kepada juru parkir (jukir) agar memberikan pelayanan yang baik kepada para pengguna jasa parkir.

Baca Juga  Pemotor Tiba Tiba Terjatuh dan Meninggal Dunia

“Akan kita perbaiki sesuai dengan regulasi dan kesepakatan, regulasinya sudah jelas ada UU pajak parkir dan (Perda) retribusi parkir,” katanya.

Loading...

“Kalau tetap seperti ini pastinya orang malah menuduh kita, dikira main mata,” imbuh Mohni.

Mohni menjelaskan, bagi pengusaha yang memiliki lahan parkir sendiri seperti Hypermat dan Tom & Jerry bisa dikelola sendiri. Namun akan dikenakan pajak parkir sebesar 30 persen. Sedangkan, untuk lahan parkir milik Pemkab Bangkalan seperti di Rumah Sakit, Stadion dan dibahu jalan langsung dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

“Berdasarkan Perda (Peraturan Daerah) hasil retribusi parkir yang dikelola Dishub semuanya masuk ke Kasda (Kas Daerah),” tandasnya.

Baca Juga  Kurir Catering Dibekuk Polisi Diparkiran Motor

Untuk diketahui, Pemkab Bangkalan menargetkan PAD dari sektor retribusi parkir sebesar Rp 1.149.451.000 (satu miliar seratus empat puluh sembilan juta empat ratus lima puluh satu ribu rupiah). Sedangkan target dari sektor Pajak parkir sebesar Rp 157.691.000 (seratus lima puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh satu rupiah). (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakPenerapan Physical Distancing, Polres Gresik Sidak Pabrik Mie Instan
Artikulli tjetërCegah Corona, 527 Warga Binaan di Jatim Bebas

Tinggalkan Balasan