Pacaran Diploroti, Pasutri ini Aniaya Korbannya Hingga Tewas

41
Wakapolres di dampingi Kasatreskrim dan Kanit Jatanras

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Hanya karena sakit hati, pasutri ini bersama pelaku lainya yang berjumlah enam pelaku lain tega aniaya korban bernama Bangkit Maknutu Dunirat warga Jalan Asrikaton, Kec. Pakis Malang, hingga meninggal dunia.

Keempat pelaku tersebut diantaranya, Bambang Irawan (27), asal Perum Magersari, kelurahan Magersari Sidoarjo, Rulin Rahayu Ninggih (32), asal Perum Megarsari, Sidoarjo, Alank Resky Pradana (27), asal Jalan Stasiun, Sidoarjo dan Kresna Bayu Firmansyah (22), asal Nyamplungan Surabaya.

Sedangkan dua pelaku lainnya yakni, Mohammad Imron Rusyadi dan M. Rizaldy masih daftar pencarian orang (DPO).

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata menjelaskan, inisiatif penculikan ini berawal dari tersangka Rulin Rahayu (32) sakit hati karena saat pacaran empat tahun lalu diploroti korban.

“Karena sering diplototi akhirnya sakit hati setelah korban memakai kartu kredit pelaku hingga Rp. 140 juta,” sebut Leonar, Jum’at (18/10/2019).

Lanjut Leo, usai diplorotin Rulin Rahayu pun ditinggal pergi oleh korban. Sampai akhirnya korban menikah dengan tersangka Bambang Irawan dan menanggung hutang seratus juta lebih.

Baca Juga  Dua Truk Gandeng Rem Blong Tabrak 5 Bangunan 3 Warga jadi Korban

Hutang belum lunas dan dikejar-kejar oleh Drbt Collector, pasutri ini merasa risih dan emosional. Sehingga ketika mendengar kabar bahwa korban bekerja di kantor UMC Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kedua pasutri ini pun merencanakan sesuatu.

Loading...

Aksi pelaku juga disebabkan karena hutang dan pelaku kredit mobil atas nama RR. Pasutri ini lantas membuat pertemuan dengan empat rekannya.

“Hasilnya, mereka mengambil keputusan bahwa akan menemui korban,” tambah Leo.

Usai berkumpul keempat pelaku yakni Rulin Rahaya, Bambang, Alank Resky, Kresna Bayu dan kedua pelaku yang (DPO) yakni Kresna Bayu dan M.Imron, mendatangi kantor UMC.

“Di Dealer mobil itu, akhirnya terjadi keributan, kantor pun langsung mengusir keenam pelaku dan korban meninggalkan kantor,” tambahnya.

Saat di dalam mobil, pelaku ternyata melakukan penganiayaan terhadap korban hingga akhirnya korban berontak dan berhasil keluar mobil.

Baca Juga  Satlantas Surabaya Amankan Dua Jambret yang Dihajar Warga

Bahkan ketika berusaha kabur, korban jatuh dari mobil Suzuki Ertiga nopol W 1805 VB lalu diteriaki maling dan warga di Jalan Ketintang pun ikut mengeroyok korban.

“Usai dikeroyok warga Ketintang korban dibawa naik lagi ke mobil dan dibawa ke daerah Cangar,” imbuhnya.

Sesampainya di Jembatan Cangar, Batu, korban diturunkan dari mobil dalam kondisi lemas dan terluka. Karena masih belum puas dan dibutakan oleh tingkah laku korban, mereka pun melempar koban dalam kondisi hidup-hidup.

Kini keempat pelaku sudah berhasil diamankan dan dua diantaranya masih pengejaran. Sementara, ke empat pelaku akan dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) ke 3-e KUHP dengan hukuman maksimal mati atau seumur hidup. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaPemotor di Jember Tewas Terlindas Truk
Berita berikutnyaPolisi Banyuwangi Gerebek Produsen Minuman Kelapa Muda Jelly Berformalin

Tinggalkan Balasan