Pacaran dengan Purel Sebabkan Polisi ini Terlibat Narkoba dan Ditembak

583
Dua anggota yang ditembak karena jadi bandar narkoba

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Kepolisian jajaran Polrestabes Surabaya menyatakan perang terhadap Narkotika, lebih-lebih pelakunya diketahui merupakan anggota Polisi.

Jika sebelumnya tiga anggota Polsek Mulyorejo diproses secara hukum dan terancam dipecat karena mengkonsumsi sabu. Terbaru, dua anggota polisi kembali dibekuk.

Mereka ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya karena bermain dengan sabu, bahkan petugas menindak tegas dengan menembak masing-masing kaki polisi nakal tersebut.

Dua anggota Polisinya bernama, Rizky, (34) asal Bangkalan Madura dan Agus (36) asal Jalan Imam Bonjol Ponorogo.

Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, yang mendapat informasi dan petunjuk terkait adanya tindak pidana peredaran gelap sabu dan ekstasi.

Pada, Selasa, 21 Juli 2020 sekitar pukul 02.30 WIB di rumah Jalan Demak Surabaya, diamankan tiga orang M. Ficky ,(28) warga Jalan Demak Surabaya, Fitria (21) warga Jalan Kedinding Surabaya, Moch. Zaidan (18) asal Jalan Taman Irawati.

Dari ketiganya, didapat keterangan jika masih menyimpan narkoba dusebuah kamar kos yang ditinggali Purel (LC) bersama anggota Polisi asal Bangkalan.

Baca Juga  Syaifuddin Minta Skema Pembiayaan Perpres 80 Direvisi

Tempat kos keduanya di Tambak Segaran Surabaya digrebek petugas pada Sabtu, 25 Juli 2020 Pukul 01.00 WIB. Rizky ini tinggal dalam satu kamar kos dengan pacarnya Latifah (27) LC asal Jalan Tenggumung Surabaya.

Menurut hasil introgasi, Latifah
menjual sabu dan ekstasi kepada pelanggan atas suruhan HR yang diduga berada di dalam Lapas, dan dalam melakukan transaksi jual-beli dia dibantu oleh kekasihnya anggota Polisi.

Loading...

Latifah juga mengaku menyimpan sabu dan ekstasi kiriman dari M. Ficky di sebuah rumah kost lainnya di Jalan Ploso Bogen Surabaya.

Ketika digrebek, ditemukan 3 (tiga) bungkus narkotika jenis sabu seberat 3 kg, 1 (satu) bungkus plastik berisi 7 butir Pil Ekstasi wama hijau.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian mengatakan, kasus ini berawal dari pengembangan kasus yang dahulu yakni 1.300 ekstasi. Lalu dikembangkan hingga mendapatkan seorang Bundaran atas nama Vicky.

“Dalam penyidikan didapat informasi dan petunjuk bahwa Ficky mengirimkan barang berupka 14 KG sabu dan 500 butir Pil Ekstasi dengan menggunakan Ojek Online suruhan seseorang berinisal HR dibantu oleh Istrinya juga Zaidan,” sebut Memo Ardian, Sabtu (7/8/2020).

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Dari hasil tangkapan tersebut diketahui masih ada anggota Polisi yang terlibat, anggota kembali mengembangkan kasusnya untuk menangkap kembali Anggota Polri yang diduga memiliki profesi sampingan sebagai pengedar narkoba.

Anggota itu diketahui tinggal di Perum Griya Asa Ponorogo bernama Agus bersama barang bukti berupa 2 (dua) bungkus narkotika sabu seberat 26,88 gram.

Barang bukti yang diamankan dari
M. Ficky, Fitria, dan MOCH. Zaidan berupa 1 (satu) paket narkotika jenis sabu seberat 40 gram, 1 (satu) bungkus plastik berisi 7 (tujuh) butir Pil Ekstasi warna hijau.

Dari Latifah dan Rizky berupa 3 (tiga) bungkus plastik berisii narkotika jenis sabu seberat 3 KG, dari Agus 2 (dua) bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu seberat 26,88 gram. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakPembangunan Zona Integritas WBK-WBBM, Kanim Bandung Belajar ke Kanimsus Surabaya
Artikulli tjetërArmuji Pejuang Aspirasi, Loss Gak Rewel Hiasi Wajah Surabaya

Tinggalkan Balasan