Pabrik Jamu Tradisional Tawon Klanceng Dipasangi Police Line

592
Pabrik Jamu dipasangi police line

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pabrik produksi jamu tradisional yang diguga ilegal di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur telah dipasangi police line oleh tim Bareskrim Mabes Polri.

Berdasarkan pantauan Kabarjawatimur.com pabrik tersebut terlihat sepi. Bahkan, pintu gerbang tampak tertutup dan terkunci. Menurut informasi, sehari-hari pabrik tersebut digunakan sebagai produksi pembuatan jamu tradisional

Diketahui pabrik Jamu tradisional merk Tawon Klanceng itu diproduksi oleh CV Putri Husada dengan pemilik yakni Bambang warga setempat.

“Produksi jamu tawon klanceng ini sudah 5 bulanan, katanya sih ijinnya tidak ada, dan saya hanya bekerja saja,” ucap salah satu karyawan, ketika diperiksa di Mapolsek Muncar, pada Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Baca Juga  Kenapa Tebu di Kebun PTPN XII Kalikempit Tidak Dimuat ?

Sementara itu, Kanit II Subdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Mabes Polri, AKBP Gede Suyasa membenarkan pengungkapan jamu tradisional tersebut.

Loading...

“Iya benar, permasalahannya karena tidak ada ijinnya,” kata AKBP Gede Suyasa saat ditemui di Mapolsek Muncar, pada Sabtu (12/10/2019)

Menurutnya, selama satu minggu turun di Bumi Blambangan, tim Bareskrim Mabes Polri ini sudah mengamankan dua merk jamu tradisional yang diduga ilegal, diantaranya Raja Tawon dan Tawon Klanceng

“Kini yang kami periksa masih merk Tawon Klancengnya. Untuk pemeriksaan awal, ada 7 saksi bersama pemiliknya masih kami periksa saat ini,” jelasnya.

AKBP Gede Suyasa menjelaskan, kedatangan tim Mabes Polri dalam pengungkapan jamu tradisional yang diduga ilegal ini merupakan adanya laporan dari masyarakat.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

Ketika diperiksa, lanjut AKBP Gede Suyasa, pemilik jamu merk tawon klanceng mengaku sudah beroperasi sejak lima bulan yang lalu.

“BB dari merk tawon klanceng kita amankan ada 12 ribu botol yang sudah dikemas sekitar seribu dus,” ujarnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakPemuda di Jember Jualan Pil Berlogo Y Ditangkap Polisi
Artikulli tjetërHeboh, Warga di Bangkalan Temukan Bayi Menangis Menjerit Dalam Kardus

Tinggalkan Balasan