OTT KPK Tak Kompromi,,! Sapu Bersih Bupati Terlibat Korupsi ADD

18

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Usai dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Rabu pagi tadi, KPK menyegel ruang kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan sekitar pukul 07.30 WIB. Selang 1,5jam KPK juga menyegel kantor Inspektorat Pemkab Pamekasan sekitar pukul 09.00wib.

Kegiatan OTT KPK ini dibenarkan juru bicara KPK, Febri Diansyah yang menceritakan ihwal penangkapan pelaku bermula dari tempat kejadian perkara
(TKP) di rumah dinas Kejari Alamat Jl. Raya Panglegur Pamekasan, Rabu pagi pukul 07.30wib dengan menyegel croos line KPK.

“Setelah menangkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan berinisial RI. Satgas penindakan KPK juga berhasil menciduk bupati Pamekasan berinisial AS, pada pukul 12.10wib,” ujarnya, Rabu (02/07/2017).

Febri menambahkan, pengawalan OTT KPK ini sangat ketat dilakukan pihak kepolisian yang tiba di Polres Pamekasan menggunakan mobil suzuki ertiga.

Jubir KPK ini juga membeberkan, berawal dari laporan masyarakat curiga dalam proses pengerjaan proyek pemerintahan janggal dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dugaan kejahatan korupsi ini diperkuat setelah OTT KPK menemukan uang Rp 250juta sebagai alat bukti menggunakan dana alokasi pembnagunan yang diselewengkan. Bahkan pelaku nekad tersusun rapi dan melibatkan banyak pihak pejabat pemerintahan.

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

Bersama sejumlah aparat Pemkab dan aparat desa lainnya. Inilah sejumlah nama pejabat tertangkap OTT KPK antara lain:

Berkembang menjadi 10 orang, yang diamankan tim satgas KPK yakni, Bupati Pamekasan Drs. Achmad Syafii Yasin,M.Si, Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetyo. Kasi intel Kajari Pamekasan Soegeng Prakoso, Kasi pidsus Kajari Pamekasan, Eka  Hermawan, Staf Kejari Indra Pramana dan Kepala Inspektorat Drs. Sujipto Utomo.

Loading...

Selanjutnya juga turut terciduk OTT KPK diantaranya, Kepala Desa Dasok Kecamatan Pademawu Kab. Pamekasan Agus Mulyadi, Kepala Desa Mapper Kec. Proppo H.Mohammad  Ridwan, Staf Inspektorat Solehuddin dan Staf Inspektorat Margono yang termasuk unsur penyelenggara negara di daerah dan penegak hukum wilayah setempat, Kabupaten Pamekasan.

Uang suap dilakukan, agar salah satu proyek Pemkab yang bermasalah dan ditangani korps adhyaksa bisa dianggap dengan upaya ‘uang pelicin’ dapat terselesaikan.

Baca Juga  Sebulan Satreskoba Polres Gresik Ringkus 16 Budak Narkoba dan Puluhan Gram Ganja

Uang tersebut diduga merupakan uang kompromi berjamaah yang diberikan atas persetujuan pejabat tertinggi di wilayah kabupaten Pamekasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan dari pihak manapun terkait penangkapan sejumlah pejabat Pamekasan ini.

Dari data yang dihimpun media ini, penyelidikan berlanjut dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), perkembangan OTT bersama tim KPK di Kabupaten Pamekasan ini dengan dugaan murni melakukan tindak pidana korupsi anggaran dana desa (ADD).

Selanjutnya terungkap 8(delapan) orang lainnya, kemudian pada pukul 12.20 wib ke 10 (sepuluh) tersangka  terduga beserta tim KPK berangkat dari Polres Pamekasan.

Pada pukul 15.30 wib, transit terlebih dahulu di Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), untuk diperiksa oleh Kasubdit III Krimsus, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jatim, berlanjut menuju Bandara Juanda Sidoarjo.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung membenarkan penangkapan OTT oleh KPK.

“Ya benar, saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” tutupnya.

Reporter :Kristiana
Editor :Budi
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKabag Sumda Polres Blora Himbau Desa Agar Berhati-hati Gunakan Anggaran
Artikulli tjetërKomnas HAM Peduli Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan