Orang Tua Kandung Kades Aliyan Meninggal Dunia, Diduga Usai Debat dengan Petugas PLN

93
Prosesi pemakaman bapak kandung kades Aliyan, Banyuwangi Anton Sujarwo

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Diduga usai debat dengan petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Munaji (60), ayahanda dari Kepala Desa (Kades) Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Anton Sujarwo dikabarkan meninggal dunia.

Pada mulanya pegawai PLN tersebut datang ke rumah orangtua Kades Aliyan tersebut dengan niat menagih tunggakan keterlambatan listrik. Bukannya meminta tagihan dengan cara simpatik. Namun malah berbalik layaknya debt collector untuk menagih tunggakan keterlambatan.

“Petugas itu datang menagih dengan nada kasar. Walaupun telat, itu paling hanya hitungan hari,” ucap Anton Sujarwo, pada Sabtu (30/11/2019).

Kedatangan petugas dirumah orangtua Kades Anton langsung disambut oleh Ibundanya. Atas kejadian itu, lanjutnya, Ibu kandung Anton, Miskiyah pun sempat kaget.

“Ibu juga kaget stroke juga. Akhirnya, telpon bapak suruh ke PLN untuk bayar disana. Mungkin petugas PLN kasar disitu dan bapak meninggal di PLN dibiarkan saja tidak dibawa ke Rumah Sakit,” ujar Anton.

Baca Juga  PT PJB Tingkatkan K3 Nasional, Guna Menekan Angka ESG

Atas kejadian itu, Anton bergegas menghampiri ayahandannya di Kantor PLN Rogojampi yang bersebelahan langsung dengan Mapolsek Rogojampi. Akibatnya, perusahan BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia tersebut tercoreng oleh oknum petugas tersebut.

Loading...

“Saya datang dan langsung saya bawa ke RS Muhammadiyah Rogojampi. Ternyata sampai di RS bapak sudah tidak ada umur,” katanya.

Sementara itu, pihak Humas PLN ULP Rogojampi Catur mengatakan, atas kejadian ini, masih menunggu penyidikan. Dan perkara ini juga sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian setempat.

“Mohon maaf Pak saya belum bisa memberikan informasi apapun. Masih menunggu penyidikan Polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi, Kompol Agung Setyo Budi membenarkan atas kejadian itu, menurut informasi dari keluarga, korban mengidap penyakit darah tinggi.

Baca Juga  Pramuka Lamongan Serahkan Bantuan Korban Banjir

“Jadi sewaktu merasa tidak enak badan, korban sempat dikasih minyak kayu putih oleh petugas PLN. Kemudian bersama Pak Anton di bawa ke RS PKU, sampai disana diperiksa dokter baru meninggal,” papar Kapolsek.

Mengenai adanya perdebatan itu, pihak Kepolisian masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan itu. Sekedar diketahui, ayahanda Kades Anton tersebut telah dimakamkan di Pemakaman di Desa Aliyan. Tampak rasa duka masih menyelimuti keluarga Anton Sujarwo. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaSoal Rekomendasi Pencabutan Izin Tambang, Abdillah Rafsanjani Minta Kades Sumberagung Minta Maaf Secara Terbuka
Berita berikutnyaDanyon Zeni 2 Marinir Resmikan Kenaikan Pangkar Prajuritnya

Tinggalkan Balasan