Operator Tambang Emas Kembali Bantu Alat Ventilator pada Satgas Covid-19 Banyuwangi

11
Community Affairs Superintendent, Dharma Munardi Helmi saat akan menyerahkan bantuan dua unit ventilator. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Lagi-lagi, salah satu operator tambang emas di Banyuwangi, PT. Bumi Suksesindo (PT. BSI) kembali memberikan bantuan dua alat ventilator untuk mempercepat penanganan covid-19.

“Kami berharap dukungan kami dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Banyuwangi,” kata Community Affairs Superintendent, Dharma Munardi Helmi, Selasa (29/12/2020).

Bantuan senilai satu miliar rupiah ini diserahkan di markas Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi. Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Banyuwangi, sewajarnya PT BSI turut berpartisipasi dalam upaya-upaya penanggulangan pandemi ini.

Baca Juga: Operator Tambang Emas Bantu RT-PCR dalam Penanganan Covid-19 di Banyuwangi

Dharma mengatakan, penanggulangan wabah Covid-19 memang menjadi tanggung jawab bersama, baik Pemerintah, swasta, maupun seluruh unsur masyarakat lainnya. Kesiagaan ini mutlak mengingat ancaman penularan virus baru ini memang tidak main-main.

Sekedar diketahui, sebelumnya, PT BSI juga telah memberikan bantuan dua ventilator dan satu set peralatan Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada gugus tugas.

Dengan bantuan tersebut, lanjutnya, terlebih PCR, gugus tugas bisa lebih cepat mendeteksi status keterjangkitan seseorang, sehingga penanganannya bisa lebih cepat. Sebelumnya, PCR hanya bisa dilakukan di luar Banyuwangi.

Baca Juga: Operator Tambang Emas di Banyuwangi Kembali Kontribusi dalam Penyediaan APD Covid-19

Baca Juga  Ajak Sepupu Wanita Untuk Jadi Pengedar

Sementara itu, dengan terus meningkatnya jumlah terjangkit Covid-19 di Banyuwangi, ketersediaan ventilator sangat penting untuk penanganan pasien terutama yang mengalami kesulitan bernapas akibat Covid-19.

Bahkan, ventilator berfungsi sebagai alat bantu bagi pasien yang mengalami gagalnya fungsi paru-paru yang terserang Covid-19.

Loading...

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan, adanya bantuan ini pihaknya sudah memetakan kebutuhan ventilator di enam rumah sakit rujukan di Banyuwangi.

“Namun bantuan dua ventilator dari PT. BSI ini akan kita tempatkan di RSUD Genteng,” ucap dr. Rio, sapaan akrab Widji Lestariono ini.

Menurut dr. Rio, alat ventilator ini adalah alat yang diandalkan pada saat kasus covid yang berat. Bahkan, saat ini, di Banyuwangi sendiri terdapat ventilator di rumah sakit milik Pemerintah Daerah, yakni, di RS Blambangan dan Genteng.

“Dengan tambahan dari BSI ini sangat membantu. Sebelumnya, BSI juga sudah pernah memberikan ke rumah sakit daerah juga,” ungkapnya.

Hingga saat ini, masih dr. Rio, alat ventilator ini sangat berguna, apalagi semakin banyak, makan semakin bagus dalam mempercepat penanganan covid-19 di Bumi Blambangan.

Baca Juga  Bawa Gergaji Layaknya Tukang, Ternyata Untuk Bobol Rumah

“Semakin banyak semakin bagus, karena penyakitanya ekslasinya semakin banyak,” jelas dr.Rio yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini.

Sekedar informasi, secara keseluruhan, BSI telah mengeluarkan lebih dari Rp 8 miliar lebih untuk pembelajaan alat PCR, ventilator, alat rapid test, masker, baju hazmat, pengadaan tempat cuci tangan, hingga bantuan paket sembako bagi warga sekitar perusahaan.

Baca Juga:

Peran serta aktif PT BSI dalam penanggulangan Covid-19 juga diterapkan di lingkungan kerjanya di dalam site. Dalam seluruh kegiatan operasinya, PT BSI senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang ketat dan saksama.

Selanjutnya, dengan memeriksa suhu dan disinfektan setiap pengunjung, melakukan karantina 14 hari bagi karyawan yang datang dari luar Banyuwangi dan, setelahnya yang bersangkutan baru boleh aktif bekerja setelah mendapatkan surat keterangan sehat.

Selanjutnya, juga terdapat pemeriksaan suhu tubuh setiap hari, mewajibkan pemakaian masker, menyemprotkan disinfektan secara rutin, menerapkan penjarakan fisik, hingga menutup kunjungan dalam jumlah besar ke area site atau mine tour. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakIni Alasan Pemkot Surabaya Bebaskan Pengunjung KBS Tanpa Rapid Test
Artikulli tjetërPemkab Jember Gagal Sewa Hotel untuk Pasien Covid-19

Tinggalkan Balasan