Oknum Pejabat di Pemkab Blitar Diduga Terlibat Dalam Tukar Guling Tanah

42
Subakir, ahli waris.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Keterlibatan salah satu pejabat di Pemkab Blitar disebut terkait dalam kasus tukar guling tanah di Surabaya.

Adalah Subakir, salah satu ahli waris tanah di Osowilangon, saat ditemui beberapa waktu lalu menceritakan, jika keterlibatan salah satu pejabat di Pemkab Blitar berawal dari gugatan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya kepada Subakir, di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pemkot mengklaim kalau sebidang tanah itu milik mereka dan merupakan hasil dari tukar guling.

Tapi, dirinya tidak mengetahui tukar guling itu dengan aset Pemkot di daerah mana. Sementara, hasil dari gugatan itu, ahli waris kalah.

Subakir tidak diam begitu saja. Ia langsung melakukan banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur dan disitu dirinya menang.

Pemkot juga gak mau kalah. Mereka melakukan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Saat itu, mulai ada keterlibatan seoranh berinisial RA. Ketika itu RA masih sebagai advokat dan meminta tolong keluarganya di MA untuk mengurus kasus tersebut.

Baca Juga  Bus Terguling Tabrak VMS di Tol Sumo, 13 Orang Tewas

“Saya dijanjikan bakal menang di MA. Tapi, harus ada uang yang diserahkan. Katanya RA sih, uang itu akan diberikan kepada keluarganya di MA, ketika itu, uang yang diberikan kepada RA sebesar Rp 25 miliar,” jelas ahli waris Subakir.

Loading...

Laniut dia, HP yang memberikan uang itu kepada RA. Tidak lama setelah itu, benar saja, ada putusan MA keluar. Mereka menang. Tapi, putusan itu hanya berupa ucapan saja yang keluar dari mulut RA.

Bakir tidak mau percaya begitu saja tanpa ada bukti surat putusan itu sendiri. Belakangan diketahui kalau salinan putusan itu RA berikan kepada H. Tapi, putusan itu palsu. Hal itu diketahui setelah putusan resmi keluar dari MA.

Baca Juga  Refleksi Hardiknas 2022, Pemkab Bojonegoro Sambut Pemulihan dan Bergerak Untuk Merdeka Belajar

Putusan itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Putusan itu menyatakan kalau mereka kalah. Beberapa kali H menanyakan terkait putusan itu kepada RA. Tapi, tidak pernah ada jawaban. “Itu hanya putusan palsu mas yang digembar gemborkan ke kita. Padahal, putusan itu sendiri tidak ada,” tegasnya.

Bahkan, kata Bakir, masih ada Rp 8 miliar uang H di RA. “Saya gak tau lagi uang itu sudah dikembalikan atau belum,” tambahya.

“Sebenarnya saya tidak tahu pasti penggunaan uang itu. Tapi, dugaan terbesar saya, uang itu digunakan untuk majunya RA sebagai calon dalam Pilkada di Blitar,” tutupnya. (*/red)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprak4 Pencuri Baterai Tower di Banyuwangi Diciduk
Artikulli tjetërBeredar Surat Bawaslu Soal ‘Pemenangan’ Faida – Vian

Tinggalkan Balasan