Bojonegoro(Kabarjawatimur.com) – Ada-ada saja kelakuan oknun Kades ini.pasalnya saking penginnya dapat uang secara instan, Kepala Desa Pacing Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro diduga menjual aset desa berupa pohon yang berada di tepi bantaran jalan desa.anehnya hasil penjualan tersebut bukannya dimasukkan dalam APBdes namun diduga dibuat secara pribadi.

Dalam penulusuran awak media ini terungkap setelah adanya munculnya APBdes/P.APBdes tahun 2015 lalu bahwa hasil penjualan aset desa berupa pohon Jati dan sejenisnya tidak di masukkan dalam APBdes maupun P.APBdes.

Tidak cukup disitu awak media ini mencoba mengupkap fakta ini melalui salah satu masyarakat namun enggan disebut namanya,Ia mengungkapkan hal ini sudah berjalan lama pohon ditebang dan di jual tanpa adanya musyawaroh dengan masyarakat dan modusnya setiap tahun pasti memotong pohon penghijauan desa mulai tahun 2015 hingga 2019 ini.

Baca Juga  Oknum Polisi Terjerat Kasus Narkoba di Surabaya Akan Disidangkan, Pelakunya 3 Orang
Loading...

” Pohon besar- besar milik desa di tebang tapi kemana hasil penjualanya,aset desa ini mestinya termasuk PAD ” ucapnya.

Disinggung berapa jumlah pohon yang di potong,wah banyak mas,ada puluhan,taksiran saya kalau di jual itu bisa dapat uang puluhan juta rupiah” tambahnya.

Terpisah Didik Purwahyudi Kades Pacing saat di hubungi melalui via telpon pribadinya (11/19) menampik bahwa hasilnya tidak dimasukkan dalam APBdes dan tanpa musyawaroh.

” Bisa tanyakan kepada seluruh perangkat desa semua pasti sudah tahu kemana hasil penjualannya dan dibuat apa,dan sudah kami masukkan APBdes” ucap Kades.

Hingga berita ini ditulis M.Yasir selaku Camat Sukosewu belum bisa dikonfirmasi tentang perihal tersebut.

Baca Juga  Komisi B Minta Pansel Rekrutmen Direksi PDAM Bekerja Profesional

(Yudi)

Loading...
Berita sebelumyaKomisi III Apresiasi Layanan Keimigrasian TPI Bandara Juanda
Berita berikutnyaBerteduh saat Hujan, Pasutri dan Bayi asal Jember Diduga Diusir Polisi

Tinggalkan Balasan