Oknum Guru di Pamekasan Sebar Hoax Corona, Minta Maaf Setelah Diamankan

15

PAMEKASAN,(Kabarjawatimur.com)-
Oknum Kepala Sekolah SD di Omben, Pamekasan menyebar berita Hoax terkait Kasus COVID-19 telah diamankan oleh petugas Kepolisian setempat, pada Rabu (24/03/2020).

Pendidik tersebut diamankan terkait penyebaran berita Hoax kasus COVID-19 merujuk UU ITE dalam Pasal 45 ayat (1) yang menyebut setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita Hoax dan menyesatkan akan dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 Milyar.

Diketahui, pesan berantai yang telah beredar di media sosial Whatsapp yang menyatakan jika salah seorang warga Desa Lemper, Kecamatan Pademawu Pamekasan terjangkit Virus COVID-19 dan dengan adanya berita tersebut mengakibatkan sejumlah warga Pamekasan menjadi panik dan resah.

Kapolsek Pademawu AKP Suryono ketika dikonfirmasi terkait kabar tersebut membenarkan adanya kabar disampaikan oleh pelaku berinisial SR asal warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu.

Loading...

Atas penyebaran berita Hoax tersebut yang tidak dapat di pertanggung jawabkan itu, Polsek Pademawu mengambil langkah cepat mencari pelaku penyebar kabar tersebut.

“Pelaku SR ini belum mengetahui pasti atas kabar tersebut, namun kemudian langsung mengatakan bahwa ada warga Pamekasan yang Positif, bahkan didalam kalimat yang dikatakan menyebut salah satu Kepala Desa di Pademawu,” kata Kapolsek Pademawu, Rabu (25/3/2020).

Begitu diamankan, pelaku penyebar berita Hoax tersebut saat ini sudah meminta maaf kepada Kepala Desa dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Terhadapnya juga diberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatan yang serupa,” tambah AKP Suryono.

Mediasi dengan pelaku sendiri dilakukan, Selasa (23/03/2020) oleh Kepala Desa, dan diharapkan warga tetap tenang serta jangan panik.

Kejadian ini menjadi peringatan kepada semua warga di wilayah Kabupaten Pamekasan untuk tidak menyebarkan berita yang belum ada kepastian agar tidak membuat keresahan dan kepanikan masyarakat sekitar. (*)

Reporter: Heny

Loading...

Tinggalkan Balasan