Ojol Tutup Jalan dan Segel Kantor Aplikator Grab

1371
Demo

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Lebih dari 1000 mitra driver mulai R-2 hingga R-4 turun ke jalan (demo) tuntut revisi atau penghapusan potongan 20 persen dari aplikator tiap kali mitra driver mendapatkan orderan selama masa pandemi.

Jalur demo pada Selasa (15/9/2020) melintas
dari Jalan Ahmad Yani – Wonokromo – Raya Darmo – Urip Sumoharjo – Basuki Rachmad – Embong Malang – Blauran – Bubutan – Indrapura – Rajawali – Veteran – Pahlawan – Gemblongan – Tunjungan – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Polisi Istimewa – Dinoyo – Ngagel – Raya Gubeng – Pemuda – Simpang Dukuh – Gubernur Suryo.

Setibanya di jalan Pemuda pukul 10.30 WIB para driver ojek online (Ojol) mendatangi Kantor GRAB. Para Ojok menduduki dan menyegel pintu utama Kantor Grab.

Baca Juga  Bus Bagong Terguling di Ngantru-Tulungagung, Berikut Daftar Korbannya

Terkait alasan pihak para pendemo melakukan hal tersebut, pihak managemen kantor Grab masih belum bisa memberikan keterangan resmi.

Saat di hubungi melalui via telfon dan WhatsApp, Dewi Nuraini selaku PR Manager Grab Indonesia memberikan ketwrangan bahwa pihaknya akan memberikan keterangan resmi terkait penyegelan yang dilakukan oleh para pendemo driver online.

“Sebentar mas kita masih melalukan komunikasi dengan pihak pusat dan akan kita berikan keterangan resminya sebentar lagi,” ujarnya.

Loading...

Beberapa mediasi yang dilakukan antara pihak Ojol yang demo turun kejalan dengan pihak kantor GRAB memakan waktu hampir 1 jam. Dengan dibantu oleh pihak Polrestabes Surabaya selaku mediator akhirnya pihak pendemo melanjutkan perjalanan orasi ke Kantor Gubernuran Jawa Timur.

Demo yang dilakukan oleh pihak Driver online (ojol) melibatkan hampir 1000 driver motor (R-2) dan puluhan driver mobil (R-4).

Baca Juga  Pelaku Usaha Senang Ada Program UMKM Naik Kelas ala Ipuk-Sugirah

Seperti yang diutarakan oleh Kompol I Gede selaku Kasubbag dal ops bagops Polrestabes Surabaya memberikan keterangan.

“Demo yang melibatkan para driver online sempat melakukan aksi penyegelan kepada Kantor Grab sehingga pihak Kepolisian segera turun tanggan agar tidak terjadi tindakan anarkis,” ujarnya.

Juga ditambahkan oleh Kompol I Gede bahwa langkah langkah persuasif yang dilakukan dengan cara memonitor para personil demo yang terkesan anarkis dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kita akan memonitor pergerakan para penyusup di aksi demo ini, penyusup yang bertindak anarkis akan kita foto wajah mereka satu persatu, hal ini sesuai perintah pimpinan Kapolrestabes Surabaya, selain itu kita tekan kepada para pendemo agar melaksanakan protokol kesehatan,” tambah I Gede. (*)

Reporter: Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan