Ojol Turun Jalan Tuntut Tolak Potongan 20% Dari Aplikator

4927
Ojol turun jalan
Para ojek online saat melakukan aksi turun jalan

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Koalisi organisasi dan komunitas driver online se Jawa Timur yang di dukung oleh Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA), Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Timur, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) pada besok Selasa (15/9/2020) akan melakukan aksi demontrasi turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi.

Aksi demo yang diberi nama Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jilid 2 ini akan menyuarakan aspirasi di beberapa titik. Mereka akan mengawali aksi dengan melakukan konvoi kendaraan roda empat dan roda dua, yang dimulai dari titik kumpul di frontage Ahmad Yani sisi barat di samping Cito, Selasa (15/9/2020) pukul 07.00 WIB.

Rute yang akan dilewati selama demo turun ke jalan mulai dari Jalan Ahmad Yani – Wonokromo – Raya Darmo – Urip Sumoharjo – Basuki Rachmad – Embong Malang – Blauran – Bubutan – Indrapura – Rajawali – Veteran – Pahlawan – Gemblongan – Tunjungan – Gubernur Suryo – Panglima Sudirman – Polisi Istimewa – Dinoyo – Ngagel – Raya Gubeng – Pemuda – Simpang Dukuh – Gubernur Suryo.

Tututan aspirasi dan sasaran mereka adalah Dishub Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, Polda Jawa Timur, KPPU Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Kantor Gojek di Jalan Ngagel, Kantor Grab di Jalan Pemuda (Depan WTC), dan berakhir di Grahadi.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Banyuwangi Terapkan WFH dan Batasi Operasional Pertokoan

Selaku Kordinasi aksi dan Humas Frontal yaitu Daniel Lukas Rorong, “aksi besok Selasa ini diikuti sekitar 1000 driver online dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang dan berbagai kota atau kabupaten di Jawa Timur,” ujarnya.

“Masing-masing daerah akan mengirimkan perwakilannya untuk menyuarakan beberapa tuntutan,” tanbah Daniel.

Loading...

Tuntutan untuk aksi Ojol (Ojol online) turun kejalan adalah tentang evaluasi potongan 20 persen dari aplikator tiap kali mitra driver mendapatkan orderan selama masa pandemi. Selain itu pembagian bantuan sosial dari pemerintah yang tidak merata untuk driver online, zona merah yang masih berlaku untuk transportasi online di beberapa wilayah di Jawa Timur, dan pressing debt collector yang masih terjadi pada driver online yang mengambil kredit di leasing selama masa pandemi tanpa ada keringanan kebijakan.

Selama aksi berlangsung besok, pihak kordinator menghinbau kepada driver online roda dua dan empat se-Jatim yang tidak turun jalan agar melakukan Off Bid (mematikan aplikasi atau tidak mengangkut penumpang atau kirim makanan dan barang).

Baca Juga  Stok Darah Menipis, Ratusan Polisi Gelar Donor Darah

Ancaman yang diberikan oleh pihak driver online akan melalukan Off Bid, pihaknya akan melakukan ON Bid kembali bilamana tuntutan yang diajukan dipenuhi. “Ini semua demi kesejahteraan driver online,” tegas Daniel yang juga Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

Menurut Daniel aksi Ojol turun ke jalan yang dipastikan akan mengangu para penguna jalan lain, pihaknya meminta maaf buat para pengguna jalan jikalau merasa terganggu selama aksi berlangsung akibat kemacetan yang akan ditimbulkan dalam demo ini.

Termasuk buat para pemakai jasa transportasi online yang akan mengalami kesulitan saat memesan ojek online atau taksi online dan pemesanan makanan atau kirim barang pada tanggal 15 September.

Dari informasi yang di dapat oleh kabarjawatimur.com, untuk penerapan potongan 20 persen kepada driver online yang mendapatkan mitra driver sudah diterapkan kepada GRAB. Hal tersebut diutarakan oleh Zaki selalu driver online Grab, bahwa harga pemesanan yang tercantum akan ditambahkan 20 persen, sehingga harga pembayaran jasa akan lebih tinggi dari harga pemesanan.

“Kalau harga tambahan tersebut sudah diterapkan di Grab namun untuk aplikasi lain yaitu Gojek katanya belum di berlakukan,” ujarnya.

Reporter. :  Rusmiyanto

Editor: Rizky

Loading...

Tinggalkan Balasan