Ojol Dilarang Masuk Mapolda Jatim, Pasca Insiden Bom di Medan

39
Kombes Pol Frans Barung Mangera

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Paska terjadinya bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019), guna mengantisipasinya, Jajaran Polda Jatim mempertebal penjagaan.

Diduga, pelaku yang membawa bom di Mapolrestabes Medan menggunakan atribut berupa jaket Ojol (Ojek online).

Menanggapi hal tersebut, Polda Jatim melarang ojek online masuk ke Mapolda dengan alasan keamanan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, jika pelarangan itu sudah diberlakukan setahun lalu. Larangan berlaku setelah beberapa insiden bom terjadi di Surabaya.

Loading...

“Kita sudah berlakukan sejak setahun yang lalu paska insiden beberapa bom yang terjadi di Kota Surabaya,” sebut Barung, Rabu (13/11/2019).

Barung menjelaskan, larangan bagi ojol itu bukan untuk mendiskriminasi salah satu pekerjaan seperti ojek online, namun semata-mata antisipasi kejadian bom bunuh diri agar tidak terjadi di Jawa Timur.

Baca Juga  Pukul Korban dengan Helem, Satu dari Empat Pelaku Dibekuk

Dengan pelarangan itu, lanjut Barung, Ojol masih bisa menerima order dengan tujuan Mapolda Jatim.

Jika akan mengirim makanan atau barang dari pemesan, ojol dapat menitipkan ke pos penjagaan di depan Mapolda Jatim. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakIni Identitas Pembawa Bom Berjaket Grab di Polrestabes Medan
Artikulli tjetërDianggap Menghalangi Eksekusi Gedung, Pemred Duta Diborgol Bak Penjahat

Tinggalkan Balasan