OJK Tegaskan Bahwa Kondisi Perbankan Lesu Itu Adalah HOAX

ilustrasi perbangkan

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Terkait beberapa informasi yang muncul di media masa tentang kesulitan para nasabah perbangkan yang tidak bisa mencairkan dana atau tabungan di beberapa Bank konvesional.

Fatalnya, kabar tersebut membuat para nasabah secara serentak akan melakukan penarikan dana.

Dengan persepsi masyarakat tentang berita yang dirasa meresahkan, sehingga pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan bahwa hal tersebut adalah HOAX.

Selain itu pihak OJK juga melakukan pengawasan dan meminta masyarakat mewaspadai adanya informasi di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.

OJK menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah informasi hoax dan tidak benar.

Loading...

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit

OJK telah melaporkan informasi hoax ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157. (*)

Reporter: Rusmiyanto

Loading...
Berita sebelumyaKetua DPRD Apresiasi Pelayanan Kantor Imigrasi Malang
Berita berikutnyaBalawangi ‘Pelototi’ Program PTSL di Banyuwangi

Tinggalkan Balasan