OJK Regional IV Jatim Catat Pencapaian Aset Perbankan Meningkat 7,76% Didukung Fintech Dan Surat Berharga

33

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mencatat berdasarkan data Statistik Lembaga Jasa Keuangan Jawa Timur, pada posisi April 2017 aset perbankan di Jawa Timur meningkat sebesar 7,76% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan peningkatan aset perbankan Nasional yang sebesar 10,49% (yoy).

Pencapaian ini cenderung dominan meningkat dipengaruhi adanya kebijakan-kebijakan yang telah disiapkan oleh OJK dalam mendukung pemberdayaan UMKM. Sinergitas lain juga menunjang yakni percepatan perizinan penerbitan surat berharga serta dukungan terhadap pengembangan layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi (Fintech).

“Sinergi dan kolaborasi bersama Industri Jasa Keuangan tetwujud berkat peran serta para mitra kerja dalam wadah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah,” ujar Kepala Regional 4 Jawa Timur, Sukamto dalam pidatonya disela acara Silaturrahim dan Halal Bihalal di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (3/7/2017).

Sukamto menambahkan, meski perkembangam ekonomi global membaik lantaran juga diikuti laju pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa dan Jepang.

Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Kendati demikian, Sukamto optimis dan yakin tantangan-tantangan industri keuangan tetap harus mewaspadai berbagai risiko perekonomian. Sebab faktor kenaikan yang dipengaruhi diantaranya kenaikan Fed Fund Rate, kebijakan 11st dan perdagangan serta penurunan besaran neraca Bank Sentral Amerika Serikat, dan perkembangan geopolitik di beberapa kawasan. Khususnya di semenanjung Korea dan konflik yang terjadi di Qatar.

Loading...

Silaturahmi dihadiri Pengurus Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur, Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FKLJKD) Jawa Timur, Anggota Satgas Waspada Investasi (SW1) Jawa Timur, Direksi/ Pimpinan Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur, serta Ketua Asosiasi Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur, dengan tema “Membangun Soliditas Melalui Silaturrahim OJ K dengan Industri Jasa Keuangan Jawa Timur”.

“Perkembangan ekonomi global secara langsung maupun tidak langsung berpotensi meningkatkan eksposur risiko pasar dalam negeri,” imbuh Sukamto.

Di sisi lain, disebutkan sebagai peluang-peluang baru yang dapat mendukung pencapaian target-target bisnis pada tahun 2017 diharapkan maksimal dan meningkatkan kesej ahteraan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga  SK Kenaikan Pangkat PNS, Bupati Bojonegoro Harapkan Peningkatan SDM

“Pertumbuhan aset tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan DPK yang dihimpun oleh perbankan di Jawa Timur yang mencapai sebesar 7,85% (yoy), sedangkan kredit / pembiayaan yang disalurkan tercatat tumbuh sebesar 6,05% (yoy),” lanjut Soekamto.

Sementara itu, peningkatan DPK dan kredit pembiayaan perbankan nasional pada posisi April 2017 masmgmasing tercatat sebesar 9,63% dan 9,53% (yoy), maSih lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur.

“Data statistik juga menunjukkan bahwa jumlah Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum Konvensional di Jawa Timur sebesar 84,20% masih tercatat lebih rendah dibandingkan LDR Bank Umum Konvensional Perbankan Nasional yang sebesar 89,12%,” ujarnya.

Rasio LDR tersebut juga sebanding dengan rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Umum Konvensional di Jawa Timur yang tercatat sebesar 3,06%, lebih rendah dibandingkan rasio NPL Perbankan Nasional yang sebesar 3, 16%.

Reporter: Kjt-01

Editor : Budi

Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSelama Ramadhan Polres Gresik Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Hingga 50%
Artikulli tjetërBobol Berangkas Toko, Gondol Uang Rp.202 Juta

Tinggalkan Balasan