OJK Dukung Perbarindo Bangun Bisnis Ekonomi Indonesia

20
Pembukaan acara Perbarindo.

SURABAYA (kabarjawatimur.com) –
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) secara grafik menurun -3,12%. Faktor ini dipengaruhi dari beberapa BPR yang merger dan konsolidasi secara value  352 menjadi 341 jumlah kantor BPR dan yang turun ada 11 Badan Usaha.

“Jumlah jaringan Kantor (Kantor pusat, Kantor Cabang, Kantor Kas) dari 1.567 menjadi 1.605 Kantor, tumbuh 38 Kantor atau (2,42%), perkreditan dengan kondisi seperti ini harapan kami bahwa BPR itu semakin berkembang, semakin kokoh dan semakin dipercaya oleh masyarakat “, Papar Soekamto Kepala Regional OJK disela seminar yang digelar DPD Perbarindo di JW Marriot Hotel, Surbaya, Rabu (26/07/2017).

Loading...
Baca Juga  Binda Korwil Jember Dampingi Dinas Kesehatan Kejar Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan Boster

Jumlah permodalan itu, kata Soekamto diperkuat sesuai dengan himbauan regulasi OJK sejalan dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meningkat dan branding Bank Perkreditan Rakyat (BPR) semakin dikenal oleh masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, dari naik turunnya angka tersebut akan menunjukkan bisa diketahui jumlah efisiensi dan perkembangan BPR yang positif.

“Tantangan kedepannya BPR berharap siap dan mandiri menghadapi pertumbuhan bisnis Indonesia, semakin kokoh dan membangun perekonomian masyarakat yang mandiri dan berpola pikir kewirausahaan,” pungkasnya.

Acara seminar dihadiri Soekamto Kepala Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Joko Sudjatno Ketua DPD Perbarindo, Dani Surya Sinaga Pembicara OJK, Indayanti Oetomo Pembicara John Roberts Powers (JRP) dengan materi leadership dan undangan Stake Holders terkait.

Baca Juga  Tebu Tidak Diangkat Diduga Mengalami Kerugian, Berikut Penjelasannya

Reporter :Kristiana
Editor :J.Inggil
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKades Mori,Berharap Semua Perangkat Desa Kerja Sesuai Tupoksinya
Artikulli tjetërMuhammadiyah Perkuat Pendidikan Karakter

Tinggalkan Balasan