Dua pelaku yang diamankan di Polsek Bubutan.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Pria bernama, Moh. Ainur Rochim (26), warga Desa Karang Tumpuk, Kecamatan Panceng, Gresik, serta Mazwar Anas (28), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, dibekuk anggota Reskrim Polsek Bubutan di Jalan Dupak, tepatnya di depan Pasar Loak.

Rupanya, Mazwar yang juga seorang reisdivis kasus pengeroyokan, saat itu bersama temannya itu diketahui membawa dan hendak kirim 1900 butir pil koplo berlogo Y ke pelanggan di daerah Bendul Merisi.

Anggota yang mendapat info langsung membuntuti laju kendaraan keduanya, hingga dapat dihadang petugas disekitar pasar loak.

“Begitu digeledah, anggota menemukan bungkusan tas plastik yang di dalamnya berisi 2 botol, masing masing botol berisi 950 butir pil koplo berlogo Y,” kata Kanitreskrim Polsek Bubutan AKP Olloan Manulang, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga  HIPERHU: Kesepakatan Bersama RHU Bisa Beroperasi

Kedua tersangka berikut barang bukti akhirnya dibawa petugas ke Mapolsek Bubutan untuk dikembangkan kasusnya guna menangkap bandarnya bernama Cepak (DPO).

Penyergapan terhadap Mazwan dan Rochim tersebut, bermula anggota opsnal mendapatkan informasi dari seseorang yang tidak kenal, jika di Jalan Dupak.

Loading...

Penangkapan keduanya berawal di Pasar Loak ada 2 orang laki-laki berboncengan mengendarai motor Honda Beat W 3788 BR gerak geriknya mencurigakan.

Saat itu juga oleh anggota langsung menangkap dan menggeledah kantong plastik yang dibawanya, ternyata berisi ribuan pil koplo.

Saat diinterogasi, Mazwan tidak mengelak jika dia seorang residivis dan baru keluar penjara. Setelah bebas dari penjara, ketemu sama Cepak, temannya yang kini tinggal di Bojonegoro.

Baca Juga  Grebekan Makam Rangkah, Petugas Turunkan Pagupon Merpati

Dari pertemuannya itu, dia ditawari jadi kurir pil koplo. “Saya sudah dua kali kirim dengan komisi Rp 500 ribu sekali kirim,” terang Mazwan kepada petugas.

Yang pertama, kata Mazwan, dua bulan lalu kirim di daerah Gresik dan berjalan mulus. Namun, yang kedua disuruh kirim ke pelanggan di daerah Bendul Merisi. Dia mengajak temannya Rochim hingga mereka ditangkap.

Kini keduanya sudah mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Bubutan. “Tersangka (Mazwan), residivis kasus pengeroyokan di Sidoarjo hingga korban meninggal 2015, dan bebas tahun 2019,” tutup Olloan.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaPersid Jember Tuan Rumah Zona 2 Liga 3, Bupati Hendy: Asyik Ini Target Juara!
Berita berikutnyaTerlanjur Beli Seragam, Walikota Minta Sekolah kKembalikan Uang Siswa MBR

Tinggalkan Balasan